Serendipity

1.3K 186 16
                                        

Orm Kornnaphat, gadis bertama hazel yg sejak tadi tidak berani menatap gadis yg ada didepannya itu, perlahan memberanikan diri menatap Ling yg kini berdiri di samping nya.

Teman teman dari mereka seperti paham dengan situasi dan satu persatu memberi ruang untuk Ling dan juga Orm. Sementara Popor masih berdiri tanpa bergerak sedikit pun. Gadis berperawakan laki laki itu masih harus mencerna setiap kata yg Ling katakan tadi.

"Jadi... kalian... beneran pasangan?". Popor menunjuk Ling dan Orm bergantian.

Ling masih dengan posisi nya yg sama. Ia terlihat cukup tenang dalam situasi yg sebenarnya aga mengaketkan untuk dirinya sendiri. Tapi melihat Orm yg tampak tidak nyaman karena ada gadis disebelahnya, Ling memutuskan untuk membantu Orm.

"Mau aku yg jelaskan, atau Nong Orm saja?". Tanya Ling ke Orm dengan lembut.

Orm menelan ludahnya. Gugup yg Orm rasakan semakin menjadi jadi, karena itu ia hanya bisa diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ling yg seakan paham, kembali mengambil alih situasi. Ia menggenggam tangan Orm, lalu menunjukkan ke arah Popor, sambil berkata, "She is mine". Pelan, namun sangat tegas dalam setiap katanya.

Faye dan Freen saling tatap mengendikkan bahu nya. Kedua nya sama sama kaget melihat kelakuan Ling. Biasanya gadis itu hanya akan memperhatikan aja tanpa mau ikut campur masalah orang lain. Tapi kali ini, Ling malah menjadi peran utamanya.

Sementara itu Becky dan Ying berdecak kagum melihat sikap tenang Ling tapi sangat mengintimidasi lawan nya. Itu terbukti kalau Popor ga bisa berkata apa apa lagi. Ketika Becky menoleh ke arah Orm, gadis bule itu tanpa sadar mengelus dadanya sambil tersenyum. Ying pun menyadari seperti yg Becky rasakan.

Orm, gadis itu hampir menitikkan air matanya. Ia seperti terselamatkan, dan orang yg menyelamatkannya adalah Ling, Crush nya sendiri.

"Hm.. Phi Ling". Yoko yg tampak nya juga takjub dengan apa yg sepupu nya lakukan tadi menginterupsi sambil mencolek lengan Ling.

"Ya? Kenapa?". Ling menoleh ke arah Yoko, dan disana Ling menyadari kalau sekarang ia seperti mendapatkan tatapan aneh dari para sahabatnya.

"Gadis tinggi tadi sudah pergi". Kata Yoko.

Menyadari itu, Ling langsung melepas pegangan tangannya pada Orm. Orm pun menjadi salah tingkah. Dengan gerakan yg secepat kilat, Orm mengusap matanya yg hampir basah.

"Miss sirilak kwong, sepertinya ada yg harus kita bicarakan". Faye menarik Ling menjauh dari mereka diikuti oleh Freen.

"Kalian tunggu saja disana. Pesan makanan karena setelah ini Ling pasti akan banyak makan". Kata Faye dan diangguki oleh Yoko.

Orm melihat kepergian Ling yg tengah di seret lengan bajunya oleh Faye, dan Freen yg mengekor di belakangnya. Harus Orm akui kalau kedatangan Ling menyelamatkan dirinya tapi sekaligus membuatnya berada di situasi yg sulit. Ia nanti harus menjelaskan semua nya agar tidak ada yg menyangkanya sebagai gadis gila. Ya gimana engga gila? Baru juga beberapa kali ketemu udah ada drama pacaran segala. Walaupun itu emang tujuan utama Orm sih. Tapi kan tetap aja kalo itu sedikit gila kedengarannya.

"Orm". Becky mencolek lengan Orm, membuat gadis tinggi itu mau tidak mau menoleh ke arah lain.

"Iya?".

"Mau sampe kapan berdiri disitu? Tenang aja Phi Ling ga bakal diapa apain kok. Aman". Kata Becky sambil mengedipkan matanya, menggoda Orm.

Orm melirik ke arah Yoko yg ternyata gadis imut itu tengah memperhatikannya. Akhirnya Orm pun duduk dengan perasaan takut melihat adik sepupu Ling yg tengah menatapnya dengan intens.

AQUIVERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang