SEPULUHHH

96 60 7
                                        

⚠️WARNING!!!
-typo bertebaran.
-banyak kata yang tidak sesuai EBI & EYB.
-jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, itu merupakan ketidaksengajaan.
-jika tidak suka just skip. oke?

Happy Reading BB

jangan lupa tinggalkan jejak untuk menambah semangatkuuu!!
kiss kiss🌸🕊️



"gan lu apa-apaan sii!" zedlyn mendorong mundur tubuh regan menjauh dari hadapan azkana yang tengah menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya.

"gua ngizinin lu berangkat bareng sama zedlyn bukan berarti gua ngasih izin lu buat kaya gini bangsatt," umpat regan terengah-engah.

"REGANN, tenang! jelasin dulu ada apa? jangan maen tonjok kaya gitu, ini temen lu," zedlyn mengguncangkan tubuh regan yang masih penuh dengan emosi.

"iya! lu kenapa sih?" tanya azkana yang masih menyeringai kesakitan usai ditinju oleh kawannya sendiri.

"kenapa lu tanya?" regan mendorong bahu azka dan dipisahkan oleh zedlyn, "lu temen gua ka! kenapa lu tega rebut zedlyn dari guaaa?" sambungnya.

Sedangkan azka yang menyadari apa yang ditangkap regan dari keadaan saat itu hanya tertawa, konyol juga memang keadaannya, azka juga berfikir jika ada di posisi regan mungkin ia juga akan melakukan hal yang sama.

"oke okee gua ngerti sekarang! dengerin ya gan, gua ga ada hubungan apa-apa sama si zedlyn ini," ucap azka sambil merangkul pundak zedlyn, meski mata lawannya itu seperti akan terbakar melihatnya, "zedlyn temen kecil gua ternyata, kita baru ngenalin satu sama lain karena bang bion cerita kalo kita berdua dulu sering main, gua ga ngenalin bocil ini karena penampilan dan fisik dia berubah banget," ucapnya, berusaha menjelaskan pada regan yang masih saja mengerutkan keningnya.

"bocilan lu kali dibanding gue," timpal zedlyn. "lagian kenapa lu harus cemburu sama temen lu sendiri sih regan?" tanyanya.

"ga ada kata temen kalo cewe sama cowo," ucapnya singkat sambil memutar bola matanya.

"iyadeh sorry gua yang salah karna ga ngasih tau lu dulu, maaf yyaa" ucap azka berusaha menenangkan regan.

"salah lu bukan karna ga ngasih tau gua dulu azkana anjingg, tapi karna lu maen pelak peluk cewe gua ye," jelas regan, memberikan penekanan di setiap katanya.

"udah lah jangan kaya bocil," sempal zedlyn pada regan.

"iya da akumah bocil, maap ya kakak!" ujar regan sambil memalingkan wajahnya.

"lu bisa ga sih tinggalin gua sama zedlyn dulu?" tanyanya ketus pada azka.

"iya iya sorry, gua pergi nih?"

"sono, hus husss!"

Setelah punggung azka menghilang dari hadapan mereka, regan mengerucutkan bibirnya. "kenapa lu?" tanya zedlyn.

"Aku ngambek tau," ucap regan.

"kan tadi udah say sorry,"

"mau peluk juga!" regan merentangkan kedua lengannya berharap wanita di depannya benar-benar memeluknya.

"kita di sekolah, jangan gila," zedlyn memalingkan wajahnya yang memerah, sebenarnya bukan tidak mau memeluk regan, tapi zed masih gengsi dan tidak mau dianggap gampangan oleh regan.

"tapi tadi kamu sama azka pelukan!"

"itu reflek, beda!"

"yaudah reflek juga ke aku," regan sedikit memajukan dadanya dengan tangan yang masih terlentang dengan harapan lebih besar bisa memeluk zedlyn.

FROM XAVERIO | without saying goodbye (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang