⚠️WARNING!!!
-typo bertebaran.
-banyak kata yang tidak sesuai EBI & EYB.
-jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, itu merupakan ketidaksengajaan.
-jika tidak suka just skip. oke?
Happy Reading BB
jangan lupa tinggalkan jejak untuk menambah semangatkuuu!!
kiss kiss🌸🕊️
•
•
•
•
Ghazi menoyor kepala orang disebelahnya, "dari mana aja lu anjinggg?"
"dihh? sopan lu begitu ke gua?" tanya azka dengan nada ditinggikan karena kesal pada orang disampingnya itu.
ghazi sedikit melemparkan lengannya pada dada bidang milik azka, "emang lu fikir lu sopan ga ngabarin temen lu selama 3 hari?"
"gua kira lu mati anjing," sambungnya sembari mengumpat didepan wajah azka. dan bahkan sekarang wajah azka mulai memerah emosi karena diumpat oleh kawannya sendiri.
euan yang melihat dua kawannya yang memanas mencoba untuk melerai keduanya agar tidak terjadi pertengkaran. meskipun dalam hati kecilnya dia takut kena tonjok oleh otot-otot besi yang mengembang itu.
"gais udah yaa?" tanya euan sambil membuka kedua lengannya di depan ghazi dan azka agar mereka berjarak.
"regan dimana?" euan melihat sekelilingnya.
"dia....
"OYYYYY," azka baru saja ingin menjelaskan sesuatu namun perkataannya terpotong oleh wanita yang baru saja datang ke kelasnya.
orang-orang dikelas itu dibuat terkejut oleh teriakan itu, dan ditambah lagi dia adalah kakak kelas.
dan dua orang lain yang mengikutinya hanya memalingkan wajah mereka karena malu dengan kelakukan kawannya yang tiba-tiba muncul dan berteriak di kelas orang lain.
bahkan tidak pernah juga sebelumnya zedlyn melakukan hal seperti ini. apa ini efek samping dekat dengan regan?
"ngapain lu kesini?" tanya azka pada wanita yang tengah berjalan ke arahnya dengan lagak seperti akan melabrak.
namun beda lagi dengan mell, dari awal masuk kedalam ruang kelas wanita ini hanya terfokus pada sepasang netra yang mana tengah menatapnya juga.
aliran darah dan degup jantungnya tiba-tiba terasa bergejolak. mereka seakan dipertemukan bak takdir yang tak pernah meleset saat memanah targetnya.
"zedlyn ih maluu!" protes el sambil meraih lengan zed.
"mana?" tanya zedlyn tiba-tiba.
orang yang ditanyainya tak menjawab, ia justru malah memberikan eskpresi bingung.
"kemaren lo bilang liat aja besok,"
azka mencoba untuk mengingat-ingat apa yang ia katakan pada zedlyn kemarin. "ohhhh lu nanyain dia?"
"kenapa ga to the point aja si?"
"gaada ya gue nanyain si regan," cara ngeles yang salah. malah ngebongkar diri sendiri kata gua.
"nahhh kan, gaada dia gaada disini," ucapnya santai.
zedlyn menghela nafas kasar lalu menempatkan lengan kanannya di bahu kiri milik azka dengan tatapan tajam, "jadi gue jauh-jauh kesini trus orangnya gaada?"
"guys gua mau bilang sesuatu ke kalian,"
azka terdiam sejenak setelah mengatakan hal itu. sebenernya ada rasa ingin memberitahukan tentang keadaan sebenarnya, namun dia sudah berjanji pada regan untuk tidak mengatakan sepatah katapun tentang kondisi dirinya. apalagi sampai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. namun semua itu cukup berat untuk didekap.
KAMU SEDANG MEMBACA
FROM XAVERIO | without saying goodbye (ON GOING)
Teen FictionTidak ada seorangpun yang bisa mencampur tangani garis takdir yang telah ditetapkan Tuhan. Seperti hal nya Zedlyn yang hanya bisa pasrah tumbuh dari keluarga Xaverio yang keras dan keji. Sisi baiknya, zedlyn kedatangan seorang lelaki tengil yang men...
