Happy reading 🍁
●
●
●
"Cinta yang berlebihan hanya akan menghancurkan 'mu dikemudian hari. Jadi, belajar 'lah untuk tidak berlebihan dalam mencintai seseorang yang belum tentu pertemuan itu akan berakhir menjadi takdir."
_Queenza Senja Kinara
Hari sudah berganti dan seperti biasa gadis itu akan bersiap-siap sebelum ia berangkat ke sekolah.
Beberapa menit berlalu kini ia sudah memakai seragam putih abunya itu. Dengan rambut yang dibiarkan tergerai serta wajah yang hanya menggunakan sedikit bedak dan juga lipblam, tentunya membuatnya cantik natural.
Ia melangkahkan kakinya menuruni anak tangga lalu berjalan menuju dapur untuk sarapan. Orang tuanya belum juga pulang, jadi, mungkin ia akan sarapan sendirian pagi ini walaupun itu sudah menjadi rutinitas paginya.
Senja mengambil susu kotak di dalam kulkas kalu menuangkannya ke dalam gelas yang ia ambil di rak. Gadis itu meneguknya sedikit dan kembali menaruhnya di dalam kulkas.
Ia mengedarkan pandangannya, meneliti setiap sudut rumah yang terasa sunyi itu dengan perasaan getir. Ada bagian kecil dalam hatinya yang sangat menginginkan sebuah kehangatan itu kembali. Kehangatan yang selalu menyambutnya pulang kala kedinginan.
Namun, sepertinya itu tak mungkin lagi terjadi. Sebelum semuanya seperti ini, ia selalu merasa pulang walau dengan tumpukkan beban yang di bawanya. Kembali pada rumah yang menyambut hangat dirinya. Bukan Aksa, bukan juga tempat yang di pijaknya saat ini. Melainkan ... seseorang yang dulu selalu menganggap dirinya ada. Menganggap luka yang ada pada dirinya itu benar-benar harus di obati.
"Gue kehilangan rumah yang buat gue nyaman, lalu ... sekarang gue juga harus kehilangan seseorang sebagai rumah ke-dua gue?" lirihnya terdengar parau. Masih menatap sekeliling yang juga terasa semakin dingin.
Ia menghembuskan napasnya pelan lalu berjalan menuju keluar. Lupakan soal sarapan paginya, sekarang moodnya sedang tidak baik. Gadis itu memasuki mobilnya dan mulai melajukannya pergi.
_00_
Helaan napas panjang keluar dari mulutnya. Merasa sakit dan sesak yang tiba-tiba merayap di rongga dadanya. Baru saja ia turun dari mobilnya sudah disuguhkan dengan keromantisan dua remaja yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
Ya, siapa lagi kalau bukan Aksa dan juga-selingkuhannya Miky? Setelah kejadian malam lalu yang di mana Aksa memutuskan hubungannya dengan Senja dan lebih memilih Miky dengan alasan you know lah. Keduanya malah terang-terangan mempublikasikan hubungan atas dasar perselingkuhan itu.
Memilih untuk mengabaikan pandangan di depannya, gadis itu berlalu pergi melewati keduanya dengan langkah tenang, seolah sepasang kekasih itu hanyalah makhluk tak kasat mata yang tidak bisa terlihat. Tetap abai meski hatinya kian di hancurkan.
Namun, saat beberapa langkah lebih jauh dari keduanya, tiba-tiba seseorang yang memanggilnya dari arah belakang.
"Senja," panggil seseorang itu membuatnya menoleh ke belakang.
Senja hanya diam membiarkan cowok itu menghampirinya. Dengan seulas senyum yang tak luntur dari sudut bibirnya, ia berlari kecil menuju ke arahnya.
"Bareng," ucapnya saat berada di depan gadis itu.
"Sendiri-sendiri aja, ya? Gue ga mau jadi bahan omongan," ujar Senja pada Haikal. Merasa sedikit tidak enak memang, tapi, kali ini ia hanya ingin menjaga jarak dari apapun yang berbau tentang harapan itu.
Ya, Haikal yang tadi memanggilnya itu.
Ia tak langsung menjawab, hanya diam berdiri di depan gadis itu. Haikal mulai mengedarkan pandangannya menatap sekeliling, hingga tatapannya berhenti tepat pada dua remaja yang tak jauh dari tempat keduanya berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dejavu Luka [ Luka Yang Tak Mungkin Aku Ingat Kembali ]
Lãng mạnJika cinta adalah luka, maka sastra adalah benang untuk menjahit tikamannya. Tak terlihat namun bisa menutupnya dengan rapat. "Coba baca buku baru tanpa harus takut akan ending akhirnya gimana,"__Haikal Narendra ig. @kimoch_mocc [DON'T PLAGIATE!!]...
![Dejavu Luka [ Luka Yang Tak Mungkin Aku Ingat Kembali ]](https://img.wattpad.com/cover/378547688-64-k257188.jpg)