Happy reading 🍁
●
●
●
"Bahagia itu menyakitkan, tapi terluka juga bukan suatu pilihan."
_Haikal Narendra
"Udah nyampe," kata Aksa mengentikan motornya di depan rumah gadis itu.
Setelah mendengar itu dengan cepat ia langsung turun dari atas motornya. Ia melepaskan helm yang di pakainya lalu memberikannya pada Aksa.
"Makasih," ujarnya tersenyum menatap laki-laki itu dengan hangat.
Aksa mengangguk samar dengan senyuman yang terlihat di wajahnya. "Sama-sama,"
"Mau mampir?" tawarnya pada lelaki itu.
Kepalanya menggeleng pelan sebagai jawaban. "Lain kali aja, ya? Gue ada urusan," ia menolak halus tawaran gadis itu.
"Ya udah gapapa," katanya masih dengan senyum yang terukir.
Ia mengangguk. "Gue cabut dulu," katanya mulai kembali melajukan motornya pergi dari depan rumah Miky.
"Iya hati-hati!" ucap Miky sedikit berteriak, menatap kepergian laki-laki yang berstatus pacarnya itu dengan perasaan senang. Setelahnya ia membalik badan lalu mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
_00_
Lengkungan langit jingga terlihat di sudut kota. Menandakan bahwa hari akan segera berganti. Terlihat beberapa kendaraan mulai berputar arah untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Mengistirahatkan tubuhnya yang telah beraktivitas seharian penuh ini.
Semilir angin sore menerpa permukaan kulitnya lembut, matanya terpejam menikmati setiap detiknya di sana. Di sini, di gedung tua yang terbengkalai lebih tepatnya--atas rooftop dirinya berdiri sekarang. Dengan tangan yang menyangga tubuhnya pada besi tua yang berkarat.
"Semesta jahat, ya?" gadis itu mulai membuka suara sesaat setelahnya matanya kembali terbuka. Ia menatap langit oranye itu dengan tatapan kosong kemudian melanjutkan.
"Kenapa setiap kebahagiaan itu harus ada harga yang di bayar?"
"Kenapa luka adalah bayarannya?"
"Kenapa?"
Ia terus bermonolog dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Rasa sesak kembali menyelimuti rongga dadanya. Napasnya tercekat di kerongkongan, sangat sulit untuk di keluarkan. Kenapa setiap ia ingin bahagia selalu saja kebahagiaan itu tidak pernah bertahan lama?
Seolah bahagia adalah teguran untuknya, dan luka, kata nyaman untuk kembali. Membiarkan bahagia datang menyapanya bagai gerimis di tengah cuaca panas. Meski indah tapi bisa membuat sakit.
Hingga tanpa sadar ada seseorang yang mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya. Ia hanya diam membiarkan gadis di depannya itu untuk mengeluarkan setiap kata yang terdengar pilu dan menyakitkan.
Haikal berjalan ke arahnya dengan langkah pelan agar tidak mengagetkan kehadirannya. Hingga pada akhirnya Haikal bersuara, membuat gadis itu sontak menoleh ke arahnya cepat.
"Semesta nggak jahat, penghuninya aja yang kurang memahami. Bahwa setiap apa yang kita punya itu hanya titipan," ucapnya berdiri di sebelah Senja. Dengan mata yang menatap langit ia kembali melanjutkan kalimatnya.
"Semua nggak ada yang abadi di dunia fana ini. Ada kalanya sakit itu akan di ganti dengan bahagia begitu pun sebaliknya,"
Ia menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan. Beralih menatapnya dengan sudut bibir yang sedikit terangkat naik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dejavu Luka [ Luka Yang Tak Mungkin Aku Ingat Kembali ]
RomanceJika cinta adalah luka, maka sastra adalah benang untuk menjahit tikamannya. Tak terlihat namun bisa menutupnya dengan rapat. "Coba baca buku baru tanpa harus takut akan ending akhirnya gimana,"__Haikal Narendra ig. @kimoch_mocc [DON'T PLAGIATE!!]...
![Dejavu Luka [ Luka Yang Tak Mungkin Aku Ingat Kembali ]](https://img.wattpad.com/cover/378547688-64-k257188.jpg)