11

272 28 1
                                        

Halo gess 😎😎😎


Happy reading
.
.
.

Sesampainya mereka ditujuan,Chenle dan Haruto langsung menuju ruang rawat seseorang.

"Lu tau dimana ruang nya?"

"Tau, gw dikasih tau ama emaknya kemarin katanya dia masuk rs gara-gara maag nya kambuh"

"Pasti gara-gara susah makan lagi kan? "

"Iya, tu anak kenapa sih makan aja susah kali"

"Saja-saja ada kelakuan anak tu" Haruto menggeleng kan kepalanya pelan.

"Kebalik anj, joks lu jelek bgt dah"ujar Chenle dengan nada mengejeknya.

Haruto hanya mempout kan bibirnya saat mendengar ucapan Chenle. Chenle menatap Haruto dengan tatapanjijik. " sok imut bgt eww" Batin Chenle

"Btw, dia kangen gk ya ama kak Haru bahenol ini? "

"Gk sabar deh gw ketemu ama dia"

Chenle tersenyum tipis, ia kembali mengingat saat pertama kali ia bertemu dengan seseorang yang ia ingin temui sekarang.

Flashback on

Hari itu sedang hujan yang sangat deras beserta suara gemuruh petir. Chenle yang sedang duduk di halte bis yang ada di taman untuk menunggu hujan yang tak kunjung reda.

"Napa harus ujan sih anj, kan susah gw pulang kalo gini"

"Ni lagi, kapan reda nya coba" Helaan nafas pasrah keluar dari bibir manis Chenle.

Ia sungguh kesal dengan hari ini, karna hujan yang tak kunjung reda dari tadi. Dirinya sudah terjebak hampir dua jam dihalte bis ini

Tapi tidak ada sedikit pun tanda-tanda hujan akan reda. Harus berapa lama lagi ia menunggu disini? Mana dingin bgt lagi.

Chenle memeluk dirinya sendiri karna kedinginan. Saat sedang melamun memikirkan kapan hujan akan reda. Tiba-tiba terdengar suara tangisan dari seorang pemuda yang tengah berjalan tak tentu arah

Chenle memicingkan matanya untuk melihat siapa pemuda gila yang menangis ditengah derasnya hujan seperti ini.

Terlihat disana ada seorang pemuda yang tengah menangis sambil melihat kesekeliling. Terlihat seperti orang yang tengah mencari sesuatu.

Chenle yang khawatir pun langsung menerobos hujan untuk melihat apakah pemuda tersebut baik-baik saja.

"Heh!! Lu ngapain bocah, hujan gini malah nangis-nangis disini. Abis putus cinta lu? " Tanya chenle yang khawatir

Namun pemuda tersebut langsung menutup matanya dan menutup telinganya dengan kedua tangan.

Pemuda tersebut terus menggumamkan kata "jangan sakiti jie"

Chenle menatap pemuda itu dengan tatapan aneh. Ia mencoba mendekati pemuda tersebut namun pemuda itu terus mundur yang membuat Chenle mengerutkan keningnya kebingungan.

WHAT!! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang