16

269 22 5
                                        

Halo gess 😎😎😎

Jangan lupa votmen nya 😚😚

Happy reading
.
.
.

"Woii le!! Udh dapat bukunya belum?" Teriak haruto dari rak sebelah.

"Belumm"

Haruto yang mendengarnya lantas berjalan menghampiri chenle. "Yeuu pantes aja gk ketemu, orang lagi bucin"

Tolong lah Haruto untuk keluar dari sekolah ini. Ia sunguh letih melihat kebucinan semua orang termasuk sahabatnya sendiri.

"Heh salah paham ini njingg" Sewot Chenle tanpa rasa bersalah mendorong pemuda itu dengan santai.

"Heh gimana gk salah paham, masa tiba-tiba gw liat lu lagi dikabedon ama dia"

Haruto melihat pemuda itu dengan sinis. Sedangkan yang lagi dilihat meringis kesakitan karna kepalanya terbentur rak buku.

"Bukan salah gw, nih anak rese memang"

"Ayang kok gitu sihh~~" Ucap pemuda itu dengan manja

"Hoek.. Udh lah chan lu gk usah gitu njingg nanti ada yang salah paham lagi"

"Cepet lah to, kita cari bukunya"

Chenle pergi menyeret sahabatnya untuk pergi meninggalkan Haechan. Namun niatnya yang ingin kabur menghindari Haechan pun ia urungkan saat melihat mantanya sedang bermersraan disalah satu meja diperpus.

Terlihat wanita yang sekarang berstatus pacar Jaemin sedang menyandarkan kepalanya di pundak mantan kekasihnya dulu.

Chenle yang panik pun akhirnya berbalik kearah Haechan,dengan tiba-tiba saja ia menggandeng tangan manusia yang dirinya katai rese tadi dan berjalan kearah yang berlawanan.

Ntah apa yang ia pikirkan sampai-sampai melakukan hal yang cukup aneh seperti itu.

Ia bahkan lupa dengan sehabatnya yang bingung saat ini. "anj si Chenle, maen tinggalin aja bajingan"

Padahal kan kalo dipikir -pikir si chenle bisa gandeng tangan Haruto untuk pergi menghindari jaemin.

Mencurigakan!!














Sial.

Chenle malu dengan tingkahnya sendiri.

Ntah apa yang ia lakukan sampai-sampai sekarang ia terjebak di antara Haechan dan Jeno.

Berawal dari dirinya yang menyeret haechan entah kemana, berakhir di dekat lapangan basket dan bertemu dengan Jeno.

"Sayang~ siapa dia? Mukanya mirip deh ama anj" Haechan memeluk lengan Chenle dengan manja seraya memasang muka memelas.

Jeno memejamkan matanya,emosi karna dikatai oleh manusia dekil itu.

"Dia,temen gw"

"Temen?" Sejak kapan ia menjadi teman Chenle. Bukankah ia hanya orang yang kalah taruhan dengan Chenle dan berakhir menjadi babunya.

WHAT!! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang