19

229 19 1
                                        

halo gess 😎😎

Ada yang kangen ama i gk??

jangan lupa votmennya p(╬ Ò ‸ Ó)q

Happy reading
.
.
.

Akhirnya setelah debat panjang antara Haechan dan Chenle, mereka pun sampai dirumah kediaman keluarga Watanabe. 

"Ini rumah si gembrot? gede juga ternyata"ujar Haechan dengan membuka helm lalu menyisir rambutnya kebelakang.

"Cepet masukk" ajak Chenle dengan memegang kerah Jeongwoo dan Haechan lalu menyeret mereka dari belakang.

Chenle menyeret mereka kehalaman rumah Haruto. Terlihat seorang wanita paruh baya sedang menyapu daun yang berguguran. "bi Ana" sapa Chenle dengan ramah.

"Ehh den Chenle udh lama gk main kesini, mau jenguk den Haruto ya?"

"Iya bi. Haruto dimana bi?"

"ada dikamarnya, biar bibi antarin ya"

Chenle, Jeongwoo dan Haechan mulai mengikuti bi Ana memasuki kediaman watanabe. "bunda Shio mana bi?"

"Nyonya lagi siapin cemilan untuk temen nya den Haruto"jawab bi anna

"Lohh ada yang datang lagi selain kami?"

"Ada, kayaknya pacar den Haruto deh"bi ana mengecilkan suaranya sehingga hanya Chenle yang tepat disebelahnya saja yang mendengarkan hal tersebut.

Chenle agak kaget dengan ucapan bi ana, Haruto punya pacar? siapa pacarnya? kok si ruto gk kasih tau dia sihh?

Disepanjang perjalanan menuju kamar Haruto chenle dan Jeongwoo terus melamun kan sesuatu. Chenle melamun tentang Haruto dan jeongwoo entah apa yang ia pikirkan.

sedangkan Haechan ia sedang terus saja ngedumal karna mereka tidak juga sampai dikamar haruto.

"Ini kapan nyampenya sihh"gumam haechan namun ternyata dapat didengar bi ana.

"Sabar den ini tinggal lurus langsung sampe ke kamarnya"

Haechan tersenyum canggung. ia sangat malu karna gumamannya didengar oleh bi Ana.

Ketauan kan jarang olahraga,jadi jalan dikit aja langsung cape.

Dan akhirnya setelah berjalan beberapa menit mereka sampai didepan pintu kayu yang dipenuhi  stiker kupu-kupu biru.

Dari luar kamar terdengar suara tawa seseorang dan haruto. Jeongwoo tentu saja mengerutkan dahinya bingung. siapa yang datang menjenguk Haruto selain mereka?

"Ini kamarnya den Ruto, kalian masuk aja ya bibi mau bantu nyonya masak dulu" pamit bi Ana, lalu meninggalkan mereka.

Mereka yang ditinggalkan bi ana begitu saja didepan kamar haruto mendadak linglung. dari mereka bertiga tak ada satupun yang berani membuka pintu kayu itu.

"shh... ah pelan.. pliss sakit.. "

"akhh.. gw bilang pelan-pelan njir sakitt aww.. "

Sontak mereka bertiga mematung ditempat. Mendengar hal itu membuat Chenle berpikiran yang yes-yes nihh. ia mengedipkan matanya beberapa kali, rasa canggung mulai terasa diantara mereka.

Bukan kah mereka seperti orang bodoh yang hanya berdiri diam disini
"aha-haa... jadi kita cuma berdiri doang disini?" tanya Chenle dengan canggung.

"OMG.. yangg itu temen kamu lg skidipapap didalam masa kita masuk sihh, biarin aja dulu" jawaban dari Haechan langsung mendapatkan hadiah cinta (˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵) dari Chenle yaitu geplakan di kepala nya.

Haechan goblokk gk tau apa ada orang yang lagi panas disini!!

"Gw mau pulang" ucap Jeongwoo dengan dingin.

"Ett.. gk bolehh, masa kita udh cape-cape kesini malah pulang gitu aja" Chenle menahan tubuh Jeongwoo yang pergi. bagaimana bisa ia ditinggalkan berdua dengan Haechan disini.

Apa lagi ia belum mendapatkan maaf dari haruto. Aduhh gk bisaa, gk bisaa...

"Trus mau lu gimana? ngeliatin mereka ngewe gitu?"

"Emang lu yakin mereka lg ngewe hah!!? maen nuduh aja lu"

"Emang lu sendiri gk ngira gitu?" melihat Chenle yang hanya diam tak menjawab pertanyaan nya. membuat dirinya terkekeh kecil.

"Kalo diri lu sendiri gk yakin, gk usah sok ngeyakinin orang lain" setelah mengucapkan kalimat itu, Jeongwoo segera melangkahkan kakinya menuju tangga.

Namun belum sempat ia melangkahkan kakinya ke anak tangga, matanya tiba-tiba bertemu dengan pria yang sedang memegang nampan yang berisikan beberapa makanan ringan dan minuman nampak kesusahan saat membawanya.

Pria itu adalah Mashiho, ibu dari haruto sekaligus sahabat baik ibunya. "ehh Jeongwoo, mau kemana nak?"

"Mau pulang bund"

"Lohh kok cepet banget?? emang udh selesai ngejenguk nya?? "tanya Mashiho yang heran

"b-belum bund"

"Yaudah kalo belum, ngapain cepet bgt pulangnya? Bunda baru bawa cemilan lohh" ucap Mashiho dengan menuntun Jeongwoo kembali kedepan pintu kamar Haruto.

Haechan dan Chenle yang tadinya diam langsung terkejut dengan kedatangan Jeongwoo dan ibu dari Haruto. "lohh kalian kok diam disini, keNapa gk masuk aja?"

Chenle yang ditanya hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia harus mengatakan apa ke bunda shio. Masa di bilang gk bisa masuk gara-gara anak nya lg ngewe

Bisa-bisa langsung kena serangan jantung ini mahh.

"a-anu, ee.. chenlee.. kam—"

Ucapan Chenle terpotong dengan suara yang kembali terdengar dari balik kamar itu. "ahh.. sakitt aww, lo kasar bgt sih"suara laknat yang dikeluarkan Haruto dapat membuat Mashiho mengerut kan dahinya.

"Eh itu haruto kenapa?"Mashiho mencoba membuka pintu kayu itu, namun di cegah oleh Chenle. "Ja-jangan bund, si Ruto lg ganti baju"

"Lohh mana mungkin ruru lg ganti baju, Temen nya aja ada didalam"

Mampuss.. panik kan kalian, Chenle tak tau lg harus melakukan apa agar ibu dari temannya ini tak membuka pintu kayu jati itu dan menciduk anak nya lg yes-yes.

Mana temen nya pada gk guna lg, bisa diliat dari si Jeongwoo yang diam dengan tatapan tajam nya, trus si Haechan yang diam juga tapi bedanya dia kayak orang bego yang gampang dibodohin.

Stress beneran dia nihh ARGHHH..!!

~~tbc~~
.
.
.

Awokk, tebak si haru lg ngapain tuh!!

Trus kira-kira siapa teman yang dimaksud bubun shioo?

jangan lupa votmen nya yaa ᕦ( ͡° ͜ʖ ͡°)ᕤ

lop yu gess 😎😎

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 30, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

WHAT!! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang