9

315 37 18
                                        


Happy reading!

20 Komen> Lanjut







🕸







Dita mengedarkan pandangan ke segala arah. Sudah hampir 10 menit berlalu, tapi boss nya itu masih juga betah nangkring diatas motornya tepat didepan rumah Dita.

Ya saat ini keduanya sudah sampai di rumah Dita. Tepat pukul 23.45.
"Ekhem, bapak gak pulang?"

"Enghh saya bukannya ngusir sih pak, tapi-"

"Hema itu mantan kamu?"

Dita tercengang mendapat pertanyaan itu. "Ekhm iya... K-kenapa pak?"

"Engga. Jema tadi bilang kamu masih suka sama Hema"

Kalau saja jema ada disini ia pasti sudah bilang.
'Iraha urang nyarios kitu?' (KAPAN SAYA BILANG GITU?'

Dita melotot tak percaya
"Engga! Enak aja! Siapa juga yang masih suka Hema. Geuleuh! Cowo ingusan kaya gitu dihh"

Ty berdehem dan mencuri pandang sesekali.
"Yakin udah gak suka? Tadi saya liat asik aja ngobrol sama dia"

"Bapak apaansi! Jangan mancing emosi saya dehh!" Kesal Dita

"Lagian juga kalo saya masih suka pasti saya ngehindar dari dia"

Ty mengangguk paham dengan tampang meledek.
"Hih diem ga!" Ketus Dita

"Saya diem dari tadi"

"Muka bapak tuh ngeselin"
Ty mendengus mendengarnya

"Yaudah kalo gitu, saya pulang dulu. Makasii udah temenin saya makan" Ucapnya tulus yang hanya dibalas deheman Dita yang masih kesal0

Saat akan melajukan motornya lagi-lagi Ty berbisik.
"Tapi beneran yakin udah gak suka?"
Dita melotot kesal dan segera memukul pundak boss nya brutal, sedang si empu justru tertawa renyah.

"Dih tawa lagi" Cicit Dita pelan setengah terpaku

Setelahnya Ty melajukan motornya pergi. Dita mematung.
"I-itu tadi beneran dia ketawa?"

















🕸













Bruk

"Aaaa gamauuu! Dits mau full tidur hari ini mas gavinnn" rengek Dita mengguling-gulingkan tubuhnya dikasur kesal.

Bagaimana tidak? Hari ini sampai besok adalah hari Jaya Dita alias libur. Tapi mas nya itu dengan tidak manusiawi nya mengganggunya dihari liburnya.

"Ayolahh dek, sebentar aja kok! Cuma bantu mas cari baju" Bujuk Gavin sambil menarik-narik kaki sang adik

"Lagian lo mau kemana si, emang?"

Gavin menunjukkan satu buah undangan.

"Reuni SMA?" Cengo Dita

"Ck, pake baju biasa lo aja kenapa si emangnya?" Gerutunya masih kesal

"Ga! Malem ini pokoknya gue harus tampil lebih baik didepan gracia!" Ucap Gavin tegas sambil mengepalkan tangannya semangat

"Cih, gamon lo yaa" Ketus Dita kembali melihat undangannya

"Sembarangan! Udah ah cepet" Titah Gavin yang langsung memanggul adiknya bak karung beras.

TYDITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang