13 ⚠️

902 52 19
                                    

~

Suasana tegang menyelimuti ruangan kerja tuan Edward.
Sesekali tuan Edward menghela nafas panjang guna untuk meredam emosi nya,ia sama sekali tidak menyangka kalau gawin anak yang ia kenal sangat penurut dan selalu bersikap baik itu melakukan hal yang ia tidak sukai hari ini.

Jika itu joss tuan Edward sudah tidak heran dan sudah pasrah,karna sudah berulang kali ia menasehati joss dengan segala kelakuan nakal nya tapi anak itu tidak pernah mendengar nya,maka dari itu ia sangat berharap jika gawin berbeda,tapi ternyata sama saja.

"Bagaimana gawin bisa seperti itu?" Tanya tuan Edward kepada Lisa.

"Maaf sebelumnya,gawin tidak pernah seperti itu,aku rasa ia mungkin di paksa oleh temannya atau seseorang ". Jawab Lisa sembari melirik ke arah Jane yang duduk berhadapan dengan nya.

"Maksud Lo apa ngomong begitu sambil ngelirik gue?! Lo nuduh anak gue ada hubungan nya sama anak Lo yang mabuk itu?!". Ucap Jane emosi merasa secara tidak langsung Lisa mencoba menuduh anak nya.

"Kenapa Lo jadi emosi?! Emang gue ada nyebut nama anak Lo?!" Timpal Lisa tidak terima karna Jane membentak nya.

Adu mulut antara Jane dan Lisa berlangsung sengit,tuan Edward yang sedari tadi sudah mencoba menahan emosi nya kini mulai tersulut lagi.

"DIAM!" Bentak tuan Edward sembari menggebrak meja hingga membuat Jane dan Lisa terdiam.

"Ada Apa dengan kalian berdua! Tidak perlu saling menyalahkan,Ini salah Kalian yang tidak bisa mengurusi anak masing-masing!" , tuan Edward mengusap wajah dan memijit Dahi nya guna meredam rasa sakit di kepala nya.

Jane dan Lisa terdiam mendengar perkataan tuan Edward,kedua nya tidak berani untuk membuat keributan lagi.

"Untuk mu Lisa,Aku tidak ingin hal ini terulang lagi,kamu jaga gawin sebaik mungkin, untuk kali ini aku memaafkan anak itu,tapi jika dia melakukan hal yang buruk lagi dia harus bertanggung jawab" , mendengar itu Jane tersenyum sinis ke arah Lisa , "ini berlaku untuk joss juga" timpal tuan Edward kepada Jane.

"Baik" jawab Jane dan Lisa bersamaan.

~

Setelah memastikan semua nya aman,joss mengunci pintu kamar gawin dan langsung menghampiri gawin yang terbaring di tempat tidur nya dalam keadaan setengah sadar dan sudah bertelanjang dada.

*Ini gimana cara nya ngelakuin itu Ama cowok anjir,apa langsung dimasukin?* Batin Joss merasa sedikit bingung,pasal nya ia tidak ada pengalaman sama sekali melakukan sex bersama pria,lagi pula ia pria straight yang saat ini hanya penasaran bagaimana rasanya melakukan sex bersama seorang pria apakah benar seenak yang orang bilang.

"Bodoh amat lah" ,Joss mulai membuka pakaian nya dan celana gawin hingga kedua nya kini sama sekali tidak mengenakan sehelai kain pun di tubuh nya.

"Gila ni bocah bisa-bisa nya mulus begini" Joss mengelus bagian bawah perut gawin yang terlihat mulus hanya terlihat bulu-bulu halus disana.

Joss mengedarkan pandangan nya untuk mencari Handphone miliknya,setelah menemukan handphone itu joss membuka kamera video di handphone nya untuk merekam seluruh tubuh gawin dari kepala hingga kaki.

Sembari tersenyum sinis joss merekam gawin yang terbaring lemas dengan tubuh polos nya, *Ni video bisa berguna suatu saat nanti* .

Tak puas hanya merekam gawin yang hanya terdiam,joss mencoba melakukan perangsangan kepada gawin,dengan sengaja ia memilin puting payudara gawin sehingga membuat si empunya meringis kesakitan.

"Eung.. Sakit.. " suara lirih gawin terdengar saat joss memilin puting nya membuat joss malah semangat,semakin gawin mengeluh sakit semakin ia pilin puting gawin,hingga membuat puting itu menjadi merah.

Appologize Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang