404! : Kesadaran

702 88 11
                                        

————

11.

“Percayalah kumohon, Kak!”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Percayalah kumohon, Kak!”

————

Ceysha!

HAH!

Ceysha terbangun, ia mengernyit ketika kepalanya sangat berat dan terasa sangat pusing. Ia memegangi keningnya, meremas kuat rambut pirang nya.

"Aduh ..." Ceysha meringis, mencoba mengatur nafas yang sudah tersengal-sengal.

Ceysha menoleh ke kanan-kiri. Mencoba mengingat sesuatu

"KAK RAYHA!"

Ceysha bergegas beranjak dari tempat ia berbaring, ketika kakinya menginjak lantai yang dingin kesadarannya mulai terkumpul penuh. Ia menyadari sesuatu saat ini, tangannya meraba-raba alas tempat ia berbaring. Ceysha bingung.

"Aku di kasur?" Ucapnya terbata-bata.

Ceysha mengerjap, ia mencoba mencerna apa yang terjadi. Sesekali ia menoleh ke setiap sudut ruangan yang, familiar. Ini kamarnya.

Ini kamar miliknya.

Ceklek

"Kamu baik-baik saja?" Ceysha menoleh kearah pintu, suara tegas dari seseorang mulai terdengar.

"K-kak Rayha?"

Gadis itu mencoba meneliti sosok Rayha yang berdiri didepan pintu, mencari sesuatu yang janggal. Namun tak ia dapati

Ceysha mengusap matanya, Rayha, benar-benar berdiri didepan pintu kamarnya dalam keadaan sehat tanpa kurang fisik sedikitpun. Ceysha mencoba mengerjap. Seluruh ingatan kelam kembali menyelimuti nya.

Kecelakaan besar yang baru saja ia lihat dan rasakan, yang dimana kejadian itu menewaskan tiga orang yang sangat ia kenal. Rayha, Ayana, dan Haura. Mereka bersimbah darah di tengah jalan, dan Ceysha melihat itu dengan mata kepalanya sendiri.

Ceysha bahkan masih bisa merasakan sesaknya saat ini, sesak yang merengkuh tubuhnya, tangisan pilunya masih terngiang-ngiang dikepala. Ceysha kembali menatap Rayha yang masih berdiri didepan pintu, yang ditatap menaikkan alisnya sebelah. Seolah berkata ada-apa-denganku?.

"Kamu berkeringat, habis marathon?" Ucap Rayha, dan saat itu pula tubuhnya di tubruk sesuatu dengan sangat cepat. Bahkan Rayha tak bisa mengimbanginya.

Ceysha memeluknya erat.

"Kak ... jangan tinggalkan aku," isakan Ceysha mulai terdengar, Rayha gelagapan dibuatnya. Antara kenapa Ceysha menangis dan tangisan Ceysha membuatnya bingung.

Rayha tidak membalas pelukan yang sangat erat ditubuhnya kini, ia hanya menahan nafas gugup. Seumur hidup hanya ada empat orang yang pernah memeluknya. Papi, Mami dan Oma, kemudian ditambah satu oleh Riri tadi malam, hal itu tentu membuat suasana canggung diantara mereka.

Penginapan 404! [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang