TOK
TOK
TOK"Kak Chika? Kak Oniel? Ini aku Christy, buka pintunya dong, kak Chika, Kak Oniel"
Suara ketukan mengagetkan keduanya, Oniel dengan gerakan cepat langsung melepaskan diri dari rengkuhan Chika, "Be..bentar" deru nafas Oniel sangat kencang, ia melangkah meninggalkan Chika untuk membukakan pintunya, sementara Chika hanya menatapnya diam di tempat, dan tak lama kemudian melihat Christy sudah masuk ke dalam kamar, senyum tipis terukir di sudut bibir Chika.
"Kak Oniel mau kemana?"
"Mau ke kamar Indah sama cari oleh-oleh, titip Chika ya kak Christy"
"Oh oke deh, have fun kak Oniel sama kak Indah"
Oniel mengangguk kemudian beranjak pergi, matanya sempat melirik kearah Chika yang masih menatapnya sebelum benar-benar pergi ke kamar Indah yang ada di sebelahnya. Christy menoleh kearah Chika setelah pintu tertutup, lalu berlari dengan riang memeluk erat Chika.
"Mukanya jangan cemburu gitu kak Chika" Christy terkekeh kecil saat melepaskan pelukannya.
Chika mengembungkan pipinya dengan bibir cemberut, ia sangat kesal Oniel akan jalan-jalan bersama Indah pagi ini, "Aku mau ikut mereka jalan-jalan, tapi nanti jadi gapura nyamuk aku"
Christy terkekeh gemas, ia menarik kedua pipi kakaknya itu sampai membuat bibir Chika semakin maju ke depan, "Jangan ah, kalo ada yang lagi berduaan, yang ketiga setan, gak ada setan yang secantik kak Chika"
"Khamu nyhebelin yah dhek" Chika kesulitan berbicara karena kedua tangan Christy semakin menekan pipinya.
"Udah diem aja di kamar sama aku, entar kita ajak Zee aja ke kamar biar rame, oke?"
"Chium duyu" Chika menolehkan kepalanya dengan manja, Christy dengan senang hati langsung mencium pipi Chika secara bergantian.
.
.
.TOK
TOK"Indah" Oniel mengetuk pintu kamar Indah, tak begitu lama menunggu Indah membukakan pintunya, ia langsung tersenyum melihat kekasihnya sudah terlihat keren dan rapih dengan baju sweater lengan panjang berwarna biru dan putih yang kancingnya terbuka, dalamannya menggunakan tanktop hitam, serta celana jeans dan tas selempang kecil di badannya.
"Yuk" Indah sendiri juga terlihat sangat cantik dengan setelan pakaian dress putih panjang yang sangat elegan, ternyata keputusan tepat untuk Oniel tidak menjawab pertanyaan Chika sebelumnya, jika harus memilih, Oniel tidak akan memilih lebih cantik Indah atau Chika, keduanya sama-sama memiliki kecantikan yang berbeda, dan tidak bisa dibandingkan, "Hei, kenapa bengong?"
CTIK
CTIKIndah menjetikkan jarinya karena Oniel melamun menatapnya sedaritadi, "Kamu liat apa sayang? Ada yang salah sama penampilan aku? Hmm?" Indah memutar tubuhnya untuk menunjukkan penampilannya pada Oniel secara keseluruhan.
"O..oh engga, kamu cantik banget soalnya"
Indah tersenyum senang lalu memukul pelan hidung Oniel dengan telunjuknya, "Makasih ya, kamu juga, keliatan cakep banget kaya orang Korea, keren gini" Indah menarik-narik kerah sweater Oniel yang terbuka.
"Kamu yakin pake baju ini Indah?" Oniel sedikit khawatir dengan pakaian Indah yang terbilang cukup terbuka, terutama pada atasan dressnya, dua bahunya dan leher terekspos indah karena hanya terlilit oleh tali dress yang mengikat bahunya, "Apa gak terlalu seksi sayang? Diluar pasti panas, pakaian kamu terlalu indah buat jalan-jalan"
"Terlalu indah? Terlalu aku gitu" Indah terkekeh, ia sudah tahu Oniel akan berkomentar seperti itu dengan penampilannya, "Tenang aja, aku bawa ini kok, aku gak mungkin seterbuka ini pas jalan siang-siang" Indah mengambil sweater panjangnya yang berwarna putih, tubuh langsingnya langsung ditutup oleh sweaternya menutup dress putihnya, "Gimana sekarang? Cuma kamu kan yang udah liat?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Kamu Dan Hujan
Teen FictionDia yang berhasil merebut hatiku dalam waktu yang singkat dan aku benar-benar yakin kalau perasaan yang ku punya untuk dirinya adalah cinta yang nyata bukan hanya perasaan sesaat - Chika - Entah perasaan apa ini tetapi aku sangat tidak suka jika mel...