Jadian (tamat?)

363 25 4
                                        

keesokan harinya haerin terbangun ketika mendengar suara berisik di dapur, haerin juga mencium bau yang sangat enak dari dapur.

haerin berjalan ke arah dapur dengan mata yang masih sedikit berat, haerin menatap danielle yang sedang menatap kompor dan menggoreng sesuatu.

entah keberanian dari mana, haerin berjalan mendekat ke arah danielle lalu memeluk danielle dari belakang.

"haerin? astaga! kamu bikin kaget aja"ucap danielle yang tiba tiba di peluk oleh haerin

"ngapain?"pertanyaan bodoh keluar begitu saja dari mulut haerin

"masa ga liat aku lagi ngapain?"jawab danielle melanjutkan masakannya membiarkan haerin tetap memeluknya

"aku lagi masak nasi goreng"lanjutnya dengan sedikit menarik ujung bibirnya. walaupun danielle bingung dengan haerin, dia tetap senang karna haerin tidak sedih lagi seperti kemarin

haerin hanya mengangguk paham lalu melepas pelukannya dan berjalan ke arah pintu belakang, haerin duduk di bawah pohon lalu menatap langit yang masih berwarna oranye dan merasakan angin pagi yang menusuk-nusuk kulitnya.

"and i'm alone again now"gumam haerin bersandar di pohon besar

haerin menarik nafas dalam sembari menutup matanya lalu di menghembuskan nafasnya pelan dengan mata yang membuka perlahan, haerin mengeluarkan bungkus rokok dari kantongnya dan mengambil sebatang rokok dari bungkus rokok itu.

haerin menatap batang rokok itu sebelum ia jepit di bibirnya, haerin mengambil korek api dari kantongnya dan akan membakar ujung batang rokoknya.

namun saat dia akan menyalakan koreknya, batang rokok yang ada di bibirnya di tarik dan bibirnya di pukul pelan.

"apa kamu lupa? jangan ngerokok! atau aku bilangin ke hanni unnie!"ucap danielle memotong belah dua rokok itu

"satu aja"ucap haerin memelas

danielle terdiam sebentar lalu menggeleng "ga"ketus danielle

"cepet makan! udah jam segini, kamu ga akan pergi sekolah?" ucap danielle berdiri lalu kembali berjalan masuk

haerin mendengar itu langsung menatap jam-nya yang menunjukkan pukul 5:47. haerin menghela nafas panjang, pantas saja awan masih berwarna oranye dan dia masih mengantuk.

haerin berdiri dari duduknya lalu berjalan ke kamarnya lalu berjalan ke kamar mandinya untuk mempersiapkan diri ke sekolah, setelah beberapa menit haerin bersiap, ia turun dan bergabung dengan danielle di meja makan yang sedang makan tentunya.

skip...

haerin sedang berada di perpustakaan dengan buku di tangannya, yuna menyuruh dia dan leeseo untuk datang ke perpustakaan.

"rin? yuna belum datang? ga bareng kalian, kan dia sekelas sama lo?"tanya leeseo yang baru saja datang dan duduk di hadapan haerin

"belum, dia tadi ke toilet dulu"jawab singkat haerin yang masih membaca salah satu novel yang ia ambil dari rak

leeseo hanya mengangguk paham lalu membuka ponselnya menunggu kedatangan yuna.

"sorry nunggu"ucap yuna dengan terburu-buru

"gapapa"ucap haerin dan leeseo serentak

yuna duduk di samping leeseo, haerin dan leeseo pun menghentikan kegiatannya dan menunggu yuna untuk mengatakan sesuatu.

"huh~"yuna menghembuskan nafasnya dengan berat "aku mau pindah ke amerika dan... aku juga kuliah disana"ucap yuna menunduk, ia tau ini sangat mendadak dan mereka baru saja kehilangan salah satu temannya tapi ini kemauan keluarganya dan yuna tidak bisa menolak.

ASING?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang