tenggelam 6

769 39 16
                                        

Kini Gracia sudah berada di rumah sakit dan Shani pun sudah masuk ke ruang UGD

"Bisa bicara dengan keluarga pasien" tanya dokter Nabila

"Saya temannya dok" jawab gracia

"Lalu dimana keluarganya" tanya dokter

"Dokter bisa kasih tau saya, saya dekat dengan keluarganya" jawab gracia

"Saya harus memindahkan pasien ke ruangan ICU tapi sebelum itu ayo ikut ke ruangan saya" Ucap dokter Nabila kemudian Gracia pun mengikuti sang dokter itu dari belakang

Saat sampai di ruangan sang dokter Gracia di buat kaget dengan fakta yang dia ketahui

"Sebelum itu apakah pasien mengetahui bahwa dia mengalami tumor otak" tanya dokter Nabila

"Ma-maksud dokter gimana" ucap Gracia sambil menggelengkan kepalanya dengan tangan yang kian gemetar

"Ya pasien mengalami tumor otak bagian sudah di tahap akhir, saya tidak tau bagaimana cara menyembuhkannya karena ini sudah sangat terlambat" jawab sang dokter membuat Gracia memegang kuat tangannya dengan air mata yang masih mengalir

"Kami akan coba terlebih dahulu tapi untuk penyakit seperti ini biasanya harapan dari pasien itu yang bisa membantu dia bertahan, jika dia sudah menyerah maka kami pun tidak bisa memaksa keadaan itu" ucap dokter Nabila

"Dan yang menjadi pemicu paling besar adalah luka-luka yang dia terima bahkan kadang mengenai kepalanya yang membuat reaksi tersebut semakin cepat" ucap sang dokter

"Benar-benar tidak ada harapan untuk kesembuhannya dok" tanya Gracia dengan suara yang gemetaran

"Itu tergantung tuhan, saya cuman mempunyai prediksi semua kesembuhan dan kematian itu di tangan tuhan" jawab dokter Nabila setelah itu mereka pun meninggalkan ruangan tersebut

Di dalam ruangan ICU Gracia dapat melihat Shani yang di usahakan sembuh dengan banyak sekali alat-alat di sekitar nya

Gracia terus menangis dan setelah keluar dari ruangan dokter tadi dia pun menghubungi Celine Agara datang ke situ

"Gimana kak" tanya Celine, mendengar itu Gracia pun memeluknya dengan menangis

"KK km kena tumor otak dek" jawab gracia membuat Celine ikut menangis

"Jadi gimana kak, apa kata dokternya" tanya Celine mengeratkan pelukannya kepada Gracia tapi Gracia hanya menjawab Dengan gelengan kepala

Setelah itu mereka pun duduk di bangku tunggu rumah sakit itu berharap-harap cemas

---

Sudah 3 hari Shani tak bangun-bangun yang membuat Gracia dan Celine cemas bahkan Leandra papa Shani pun ikut menjenguk nya dan dia selalu meminta maaf kepada Shani

"Biar Kaka yang jaga kamu balik aja ganti dulu baju" ucap Gracia saat sampai di rumah sakit melihat Celine yang tampak kelelahan karna setelah pulang sekolah dia ke sini

"Makasih ya kak" jawab Celine lalu meninggalkan Gracia

Gracia pun duduk di bangku dengan memegang tangan Shani dan mem pat-pat kan di kepalanya

"Hi, kamu ga mau bangun aku kangen sama kamu" ucap Gracia menggenggam tangan Shani sesekali menciumnya

"Kamu harus bangun buat lihat bahwa papa kamu janji ga akan kasar lagi ke kamu, kamu ga mau anterin aku lagi yah, kamu ga mau kita ke pantai lagi" lanjut nya dengan air mata yang sudah berlinang

"Mimpi kamu indah banget kah sampai tidurnya sangat nyenyak, tapi tidur ku tak nyenyak semenjak kamu tidak bangun" ucap Gracia lalu menangis menyembunyikan wajahnya di tangan nya dengan sebelah lagi menggenggam tangan Shani

★about greshan★Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang