Pagi hari ini bara buru-buru menuju ke ruangan yang di Sanah sudah terdapat ghea yang sedang duduk dengan laptop yang ada di hadapannya, Ghea yang menyadari kehadiran bara pun menoleh dan melihatnya
"Apa yang kau cari dari gadis itu, dia hanya adiknya Vincent dan saya tau dia tak ada urusannya dengan tujuan kamu" ucap bara menatap Ghea penuh dengan tanda tanya
"Kamu orang yang selalu saya andalkan tapi kamu masih ga bisa melihat sesuatu hal Dnegan jelas di mata saya setelah kamu mencari tau tentang Sanha" tanya Ghea menatap bara yang di balas Dengan tatapan penuh kebingungan dan juga tanda tanya
"Kamu melewatkan satu hal tentang Sanha yang bahkan kamu sudah mengetahui itu dari saya" jawab Ghea membuat bara seketika terdiam beberapa saat lalu dia pun pergi begitu saja tanpa mengucapkan apapun
Ghea menatap bara pergi pun tersenyum tipis seolah-olah dia memahami apa yang bara pikirkan dan setelah itu dia pun melanjutkan pekerjaannya
Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya Ghea pun berencana untuk menuju ke suatu tempat yang di mana tempat itu menyimpan banyak sekali rasa sakit yang Ghea alami
Kini dia sudah tiba di tempat tersebut dan tempat itu terlihat sunyi dari tempat-tempat lainnya yang ada di dunia ini
"Hi, gimana kabarnya di Sanah apakah kamu baik atau masih merasakan sakit. Tunggu sebentar lagi ya saya akan membalas semua rasa sakit itu" ucap Ghea mengelus batu nisan yang ada di depannya setelah cukup lama berbincang-bincang dan menumpahkan segala rasa sakit yang dia rasakan dia pun pulang ke rumahnya
Namun di tengah jalan dia melihat seseorang yang membuat dia memiliki suatu ide
Ghea tiba-tiba turun dari mobilnya langsung menuju ke tempat yang tak dia rencanakan namun karna tempat itu membuat dia menjadi memiliki rencana
Kini Ghea sudah berada di dalam toko yang menyediakan roti dan coffee sebagai menu utamanya Karna mereka sangat terkenal akan roti dan coffee nya ibarat dua makanan itu adalah combo yang mematikan, setelah tiba di dalam toko tersebut Ghea pun menatap sekeliling sambil berjalan-jalan dan slh satu meja yang berada di dalam toko tersebut di isi oleh seseorang yang menjadi alasannya menuju tempat ini
Ghea pun langsung bergegas ke meja yang sekiranya dekat sama seseorang itu yang bahkan dia berharap mereka tak sengaja berbicara walaupun bagi Ghea itu adalah hal yang dia sengajakan
"Mau pesan apa kak" tanya pekerja toko tersebut menyerahkan menu setelah Ghea menduduki dirinya
"White coffee dan roti gandum" ucap Ghea sedikit membesarkan suaranya agar menarik perhatian seseorang tapi orang yang dia usakan menotice dirinya seolah tuli bahkan pandangannya tak berubah masih menunduk menatap meja
Ghea yang merasa rencananya gagal pun membuat dia badmood meski pesanan sudah sampai dan menurut sebagian orang dengan mengonsumsi kopi bisa meringankan rasa tak nyaman di hati kita namun itu tak berpengaruh untuk Ghea
Sambil makan dan meminum kopinya mata geha sesekali mencuri-curi pandang terhadap seseorang itu sampai seseorang itu pun tiba-tiba bangkit dari tempatnya dan berjalan keluar Ghea membiarkan seseorang itu berjalan terlebih dahulu lalu dengan sengaja dia menyusulnya
Saat sampai di tempat parkiran Ghea masih melihat orang itu ada di parkiran dan tak jauh dari tempatnya dia pun mencoba menyalakan mobilnya namun tak bisa
Dia mencoba beberapa kali masih tak bisa, dengan rasa putus asa yang dia punya Ghea pun berjalan keliling parkiran dan tiba lah di depan seseorang
"Eh Sanha" sapa Ghea dan ternyata orang yang sedari tadi mengubah tujuannya adalah Sanha
