Kini hubungan Tara dan Greta jauh lebih baik bahkan sangat-sangat baik, setiap mereka memiliki kesempatan mereka akan menggunakan itu untuk menghabiskan waktu bersama-sama namun di balik semua itu Tara masih enggan untuk sekedar masuk ke dalam rumah Greta tapi bukan tanpa alasan dia melakukan semua itu dia masih teringat kejadian tahun kemarin yang sejujurnya masih menganggu pikirannya
Kini Tara sedang bersama Greta mereka menikmati keindahan senja yang perlahan-lahan mulai menghilang membawa warna indah itu bersama kepergiannya
"Menurut mu apakah senja indah" tanya Tara menatap Greta yang duduk di sampingnya
"Iyh, dia cantik banget aku suka sama senja" jawab Greta dengan senyuman
"Aku setuju kalo dia cantik tapi aku tidak menyukainya" ucap Tara membuat Greta pun menatap nya dengan tatapan penuh tanya
"Aku tak ingin seperti senja yang indah haya sesaat meski dia besok akan kembali lagi namun itu tak pasti karna masih ada awan hitam di sekeliling nya" jawab Tara
"Jadi maksud kamu, kamu tak menyukai keindahan sementara itu" ucap Greta membuat Tara mengangguk
"Aku ingin merasakan keindahan yang selamanya bersama kamu makanya aku tak menyukai senja" ucap nya lalu memeluk Greta yang berada di sampingnya
"Hmmmm, aku setuju kalo gitu aku juga ga suka senja deh" jawab Greta membuat Tara tertawa sambil menggelengkan kepalanya
Setelah cukup lama menghabiskan waktu bersama dan Tara mendapatkan panggilan mendesak dari rumah sakit dia pun bergegas ke Sanah tapi sebelum itu dia mengantarkan Greta pulang terlebih dahulu
Setelah sampai di rumah sakit Tara pun bergegas melakukan pekerjaan nya sampai selesai
Kini pukul 23:45 Tara bergegas untuk pulang ke apartemen nya, namun saat dia membuka pintu tersebut dia malah melihat Greta yang membuat dia kaget karna sebelumnya Greta tak mengabari dia
"Hi sayang, kenapa ga kabarin" ucap Tara berjalan menghampiri Greta yang duduk di sofa, namun bukan jawaban yang dia terima malah ciuman yang tiba-tiba Greta berikan untuknya awalnya Tara membalas ciuman itu namun entah kenapa greta memberikan ciuman yang sangat terburu-buru membuat Tara memegang pundaknya dan menghentikan Greta
"Hei, kenapa" tanya Tara menatap mata Greta, dia bingung sekarang padahal mereka dari kemarin tak ada masalah apa pun namun lihat sekarang Greta dengan tatapan yang berbeda membuat Tara semakin bingung
"Kita ngomong nanti ya sayang, aku ganti baju dulu" ucap Tara kemudian berjalan menuju kamarnya, namun setelah dia selesai mengganti baju dan berniat keluar dia malah dia kagetkan lagi dengan Greta yang langsung masuk menghampiri nya di kamar dan kembali mencium dia
Cup
Greta mencium Tara lalu mendorong Tara membuat tubuh Tara terlentang dan Greta yang berada di atas tubuh itu
Perlahan Greta pun membuka bajunya dan menyisakan bra nya dan dia langsung mencium Tara, Tara masih dengan pemikiran yang tidak mengerti pun membalas ciuman itu tapi detik kemudian dia menghentikan nya
"Kenapa, ayo sentuh aku" ucap Greta yang ada di atas Tara dengan menduduki perut Tara
"Kamu kenapa, aku bingung lihat kamu kaya gini" tanya Tara tak mengerti tapi Greta malah mengeluarkan air matanya yang cepat-cepat Greta hapus
Greta mengambil tangan Tara lalu melumut tangan itu kemudian dia pun mengarahkan tangan tersebut untuk menyentuh semua area tubuhnya dan terakhir ke payudaranya setelah itu Greta pun mengelus leher Tara yang dia ketahui bahwa itu titik sensitif Tara
"Ayo sentuh aku, sentuh aku sesuka mu malam ini Tara" ucap Greta membisikan kalimat itu dengan nada menggoda yang membuat Tara pun tak kuat lagi lalu dia mulai mencium Greta
