Gracia POV:
Hi nama aku Gracia, aku selalu berkunjung ke pantai untuk melihat senja yang indah dan setiap kali aku datang ketempat ini aku selalu saja melihat seseorang yang memandangi pantai dengan tatapan kosong awalnya aku tak pernah peduli kepadanya sampai pada saat mata kami bertemu aku dapat melihat tatapan penuh kesakitan itu di matanya
Aku memberanikan diri untuk menghampiri nya setelah beberapa kali aku melihat dia berada di sini
"Hi boleh gabung" tanya ku menatap nya
Dia hanya mengangguk dan tak mengalihkan pandanganya dari laut yang berisik
"Aku sering lihat kamu di sini" ucap ku mulai mengajaknya bicara
"Saya juga sering melihat kamu" jawab orang tersebut
"Oh yaaa kenalin aku Gracia" ucap ku memperkenalkan diri kepadanya
"Shani" jawabnya
Aku pun duduk di sebelahnya bahkan sangat dekat dan aku melihat pandangan itu yang ternyata benar-benar kosong
"Kamu suka laut" tanya ku dan dia menjawab dengan anggukan
"Aku juga suka laut apalagi ketika senja tiba dan aku ingin terus memandang laut" ucap ku kepadanya
"Saya suka dan berharap meninggal di dasar laut" jawab Shani yang membuat ku shock dan reflek menatap nya
"Kenapa ngomong kaya gitu" tanya ku menatap nya dengan khawatir entah lah aku merasa sangat tidak suka mendengar jawab dari dia
"Kehidupan yang berisik ini hanya suara berisik deburan ombak laut yang menyenangkan" jawab nya tanpa menoleh sedikit pun kearah ku
"Aku bisa meringankan beban mu" ucap ku tanpa ku sadari karna aku juga tak paham dengan diri ku ini
"Beban mu masih banyak, tak perlu di tambah dengan diri saya" jawab nya
Setelah itu dia pun pergi meninggalkanku
***
Sudah 3 hari aku masih ke laut untuk melihat apakah dia akan datang atau tidak tapi 3 hari itu dia sama sekali tak pernah datang aku cukup khawatir, entah lah lagi-lagi aku bingung kenapa aku harus mengkhawatirkan orang asing
Saat ini hujan mulai turun membasahi jalanan dan aku cepat-cepat masuk ke mobil untuk pulang, di tengah jalan aku melihat seseorang yang berdiri sambil meringkuk di aspal dia terlihat terpuruk seperti orang yang sudah kehilangan jiwanya
Aku pun turun dari mobil dan menghampiri dia
"Hi, kamu butuh bantuan" tanya ku menatap nya dia pun mendongakkan kepalanya dan tatapan kami bertemu
"Shani" gumam ku dan orang tersebut adalah shani
Dia tak menjawab dia terlihat kesakitan dan ketakutan di bawah guyuran hujan tersebut
Aku pun berlutut dan memeluk dirinya
Dia tak bergerak dia masih menangis yang membuat aku ikut menangis
"Tenang lah, ada aku" ucap ku mengusap kepala bagian belakangnya
Setelah beberapa saat aku memenangkan nya aku pun mengajak dia untuk masuk ke dalam mobil dan dia hanya mengikuti seperti anak kecil
"Kita ke apartemen aku aja ya, aku tidak tau rumah mu dimana" ucap ku
Dia tak menjawab dan hanya memandang kosong jalanan tersebut
Aku mulai mengendarai mobil ku untuk menuju apartemen, aku tak membawa nya kerumah karna aku takut dia tak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan yang akan di lontarkan oleh orang tuaku
"Ayo" ucap ku menarik tangannya menuju lantai 23 di unit ku
"Kamu bersihin diri kamu, aku punya baju yang cocok untuk kamu kok" ucap ku dia menurut saja dan masuk kedalam kamar mandi
Saat dia tengah mandi aku pun menyiapkan baju dan masak nasi goreng sekaligus aku mandi di kamar mandi tamu
Saat aku telah selesai aku pun pergi ke kamar dan melihat dia yang tengah duduk di ranjangnya kamar ku
"Ayo kita makan malam" ucap ku
Dia pun mengikuti ku dari belakang, kami menikmati masakan ku dan kemudian aku mengajak nya kembali ke kamar
Saat di kamar kita duduk di atas kasur bersama meski dia orang asing aku sama sekali tak takut padanya
"Pulang besok aja ya, sepertinya cuaca sedikit buruk" ucap ku karna melihat hujan semakin deras
"Makasih, maaf merepotkan" ucap Shani, setelah sekian lama dia mulai berbicara dan aku hanya tersenyum
"Ayo tidur" ajak ku
Dia pun merebahkan dirinya telaten dan aku menoleh kearah nya, aku melihat dia mulai mengantuk dan tertidur
Aku memandangi wajahnya yang hangat hanya saat dia tertidur
"Tolong maafkan Shani" ucap Shani
Aku yang hendak tertidur di kagetkan dengan suara dia
"Maaf aku pa, aku tidak melakukan itu" teriakan lagi
"Maafkan aku" ucapnya pelan dan aku dapat melihat butiran air mata yang keluar dari matanya
Aku yang tak tega pun mengarahkan dia untuk memeluk ku
"Hei jangan menangis" ucap ku mengusap kepalanya dan ternyata itu berhasil dia tak mengingau dan menangis lagi
"Aku tidak tau apa yang kamu rasakan tapi aku melihat kamu seperti ini aku ikut sakit" ucap ku yang tanpa sadar mengeluarkan air mata
Aku pun ikut tertidur dengan tetap memeluknya
***
Author keren pacar Cynthia&Chika POV:
Di antara dua orang yang tertidur berpelukan Shani pun bangun terlebih dahulu
"Pusing banget" gumamnya memegang kepalanya
Dia pun kaget ketika melihat wajah dia berada di cerut leher seseorang
Dia pun reflek menjauh dan saat melihat muka orang tersebut pun dia tersadar
Shani yang tak ingin membangunkan Gracia pun mencari kertas dan menuliskannya surat
"Terimakasih atas bantuannya dan membuat saya tertidur nyenyak, maaf merepotkan" kemudian Shani pun meninggalkan apartemen tersebut
Selang dari kepergian Shani Gracia pun terbangun dan melihat kertas tersebut
"Aku akan mencari mu" ucap Gracia memandangi kertas tersebut
End atau next
Gw nulis ini tiba-tiba aja dan gw mau bikin crta ini utuh atau tambahin 1 chapter langsung aja
