Setiap harinya silih berganti dan pertemuan itu ternyata sangat membekas untuk Tara, tak ada niatan untuk berusaha mencari nya karna dia percaya akan sebuah takdir
Kini Tara sedang menjalankan motornya untuk pergi ke tempat kerjanya lebih tepat tempat magang namun di jalan dia melihat seseorang yang sngt gelisah dengan mobil yang berhenti di sebelahnya
"Hi, butuh bantuan" ucap Tara turun dari mobilnya
"Iyh kak, mobil saya mogok" jawab orang itu membalikan badannya membuat mereka berdua sama-sama terdiam
"Shantara" ucap Tara menyodorkan tangannya berniat mengajak orang tersebut kenalan
"Greta" jawab orang itu menyambut tangan Tara dan ternyata dia adalah Greta
"Saya bantu ya ge" ucap Tara kemudian mengecek mobil Greta, Greta pun mengangguk dan mendengar nama panggilan itu seketika dia Dejavu pada 10 tahun lalu
Shani mengecek mobil tersebut dan ternyata mobil itu kehabisan bensin bukan mogok
"Ge mobilnya habis bensin" ucap Tara menatap Greta, Greta pun temapak gelisah sambil melihat jam tangannya
"Mau saya antar ga" tanya Tara lagi
"Ga repotin kan" tanya Greta kemudian Tara pun menggelengkan kepalanya
Greta menaiki motor Tara, dia Dejavu dengan hal ini dulu dia selalu di bonceng menunggu sepeda ketika dia pulang les
Greta menikmati wangi tubuh Tara yang dapat dia cium di atas motor tersebut sambil memeluk Tara karna Tara menyuruhnya
"Kamu ngampus" tanya Tara saat mereka di jalan
"Iyh kak, di Kampus Sakti" jawab Greta
"Saya antar ke kampus itu" tanya Tara lagi di jawab anggukan oleh Greta, Tara dapat melihat muka Greta dari spion motornya dan dia tersenyum di balik helmnya sebab muka Greta tak berubah malahan semakin lucu saja itulah pikirnya sekarang
Kini mereka berdua sudah sampai di depan gerbang kampus tersebut Greta pun turun dari motor Tara tapi sebelum itu Tara memberhentikan langkah Greta dengan memegang tangan itu
"Bisa minta nomornya" tanya Tara sambil melirik ke arah lain, Greta yang melihat itu sedetik tersenyum dengan tingkah Tara apakah si anak tengil itu berubah menjadi anak yang lucu seperti sekarang
"Bisa, tapi ini" jawab greta dengan mata yang mengarahkan ke tangan mereka
"Sorry" jawab Shani, gracai pun tersenyum dengan menggelengkan kepalanya
Tara memberikan hp nya kepada Greta dan Greta pun mengetik nomor tersebut tapi saat dia ingin pergi tangannya pun kembali dia pegang oleh Tara
"Bo-boleh saya ajak keluar nanti malam" tanya Tara kikuk
"Boleh, nanti aku Sherlock ya" jawab Greta
"Udah boleh aku masuk ke dalam kan, takutnya dosen udah datang" ucap Greta sambil melirik tangan mereka lagi Tara yang melihat itu pun cepat-cepat menarik tangan nya dan sebelum dia menjawab Greta sudah pergi duluan dari hadapannya
"Malu-maluin aja loh Tar, gw tau tangan Greta lembut tapi" ucap Tara dalam hati meratapi kebodohannya
Sedangkan di lain tempat Greta masih tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mengingat tingkah Tara
"Kebiasaan" gumam nya lalu berjalan memasuki kelasnya
Tara pun bergegas ke salah satu tempat magang yang untungnya tidak terlalu jauh dari situ
***
Malam hari sudah tiba sesuai janji Tara dia ingin menjemput Greta dan Greta sudah memberikan alamat nya
