HAPPY READING
Mereka semua terdiam mendengar ucapan dari ten, memang benar selama ini mereka tidak pernah mendengar jisung mengatakan tentang ayahnya, mereka kira hanya dengan kehadiran jaemin saja itu sudah cukup ternyata mereka salah benar benar salah
"huft yg di ucapkan ten benar" mereka semua menoleh pada yuta
"jisung masih membutuhkan sosok seorg ayah walaupun dia memiliki jaemin yg bisa menjadi seorg ibu sekaligus ayah, tapi... tetap saja seorg anak membutuhkan sosok ayah yg sebenarnya. walaupun selama ini jisung tidak pernah menanyakan soal ayahnya karena dia tidak mau menyakiti jaemin sebagai bunanya"
"jisung dia penasaran soal dimana ayahnya dan selama ini kenapa yg dia lihat setiap hari hanya buna kemana ayahnya pergi, tapi dia tidak mengatakannya karena takut manyakiti hati semua org tentang hal itu, dan aku yakin selama ini jisung mencari tahu sendiri soal ayah kandungnya jika aku ingat jisung adalah anak yg cerdas bahkan di usianya yg masih kecil"
mereka terdiam mencerna ucapan yuta, begitu pun dengan jaemin dia termenung setelah mendengarkan kata kata ayahnya itu. Memang benar selama ini jisung tidak pernah menanyakan soal ayahnya kemana dan jaemin tidak terlalu memikirkannya karena dia pikir hanya dengan memilikinya saja itu sudah cukup untuk jisung
"kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal ,aku pikir hanya dengan kehadiranku saja itu sudah cukup untuk jisung....ternyata aku salah putraku tetap membutuhkan sosok ayah yg sebenarnya" batin jaemin
"jadi kedatangan jeno kesini jeno hanya ingin meminta maaf dan jeno ingin betanggung jawab atas jaemin dan jisung" ucap jeno dengan sorot mata penuh keyakinan, yuta dan jhonny yg melihat sorot mata jeno yg penuh keyakinan pun hanya menghelan nafas saja
" baiklah jika kamu yakin tentang hal itu ayah mengizinkanmu bertanggung jawab pada putraku dan cucuku" ucap yuta
"yah tidak ada pilihan lain jika yuta mengizinkannya aku bisa apa, baiklah tuan jung jeno saya mengizinkan anda untuk bertanggung jawab pada putra saya dan cucu saya. Tapi dengan satu syarat jika anda berani menyakitiki putraku maka aku tidak akan segan segan menghajarmu dan menjauhkan jaemin darimu lagi" jeno yg mendengar ucapan dari jhonny dan yuta pun tersenyum senang
" terima kasih om yuta dan om jhonny, jeno janji ah tidak jeno akan membuktikan pada om yuta dan om jhonny bahwa jeno akan akan selalu menyayangi, menjaga dan mencintai selalu jaemin dan jisung" yuta dan jhonny tersenyum mendengarnya
" baik kami pegang ucapan kamu" ucap jhonny dan yuta
"bagus jeno kau sudah mendapatkan izin dari yuta dan jhonny, tapi...bukankah kau harus mendapatkan izin juga dari jaemin" ucap ten, mereka semua pun menoleh ke arah jaemin yg sejak tadi terdiam
"jadi nana bagaimana keputusanmu" tanya taeyong, jaemin melihat ke arah mereka semua dan menghelan nafas
"huft baiklah jaemin mengizinkan jeno untuk betanggung jawab" ucap jaemin sambil tersenyum tipis
mereka semua tersenyum mendengar jawaban jaemin, yuta mengelus kepala putranya itu jaemin menoleh ke arahnya dan tersenyum pada ayahnya
"putra ayah sudah besar rupanya" gumam yuta yg masih bisa di dengar oleh jaemin, dia langsung memeluk ayahnya itu
"tidak ayah nana masih tetap putra kecil ayah yg selalu manja pada ayah dan selalu membutuhkan ayah dimana pun, sekalipun nana udah berumah tangga tapi nana kecil milik ayah tetap ada di hadapan ayah" ucap jaemin pada ayahnya itu, yuta terharu mendengar ucapan putranya itu dan mengecup keningnya sekilas
mera yg di sana juga ikut terharu melihat ayah dan anak itu, hingga suara teriakan menghentikan kegiatan mereka
"BUNA" teriak jisung di lantai dua, mereka pun menoleh dan melihat jisung yg di gendong oleh kepala pelayan, jaemin pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah jisung yg sudah menangis
"shut jie kenapa nangis hm" ucap jaemin sambil menghapus air mata jisung yg berada di gendongannya
"hiks buna tidak ada di samping jie hiks" ucap jisung sambil terisak, jaemin tersenyum lembut dan mencium kedua mata jisung
"maaf yah udah ninggali jisung" jisung mengangguk dan menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher jaemin
jaemin berjalan ke arah mereka semua dan duduk kembali di tempatnya dengan jisung yg berada di pangkuannya sekarang
"jie bangun dulu sayang lihat siapa yg datang" jisung menurut dan menoleh ke belakang melihat tamu yg datang
saat melihat siapa yg datang jisung yg awalnya menangis tiba tiba tersenyum senang melihat mereka
"DADDY"teriak jisung lalu turun dari pangkuan jaemin berjalan cepat pada jeno, jeno yg melihat jisung menghampirinya langsung merentangkan tangannya menyambut jisung dan mereka pun berpelukan
"daddy jie kangen daddy" ucap jisung, jeno tersenyum padanya
"daddy juga kangen sama jie" jawab jeno mengecup pipi kanan jisung
"tunggu jisung memanggil jeno daddy" ucap haechan mereka pun menoleh padanya
"iya sebenarnya jisung sudah pernah bertemu dengan jeno, saat pertama kali bertemu jisung langsung memanggil jeno dengan sebutan daddy" ucap taeyong
"begitu wah jie kau hebat bisa menemukan ayah kandungmu sendiri" ucap haechan, jisung menoleh padanya
"ayah kandung? maksud aunty" tanya jisung
"iya jeno itu ayah kandungmu jisung ku sayang" jawab haechan, jisung menoleh kembali ke arah jeno dan mendongak melihat wajah jeno yg tersenyum ke arahny
"jadi daddy adalah ayah kandung jisung" tanya jisung sambil menunjuk ke arah jeno
"iya jie" jawab haechan
"ayah jie yg sebenarnya"
"ck iya jie" jawab haechan lagi, lalu jisung terdiam membuat mereka bingung
"jie kenapa diam" tanya jaemin tapi jisung tidak menjawab yg mana membuat mereka was was
ini yg baca banyak tapi yg vote dikit banget, gk seru yah ceritanya?
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
AYAHKU SEORANG PRESDIR {2}
RomanceBaca aja aku males ngetik #bxb #nomin #markhyuk #jaeyong #jhonten #yuwin BEDAKAN MANA DUNIA FIKSI DAN DUNIA NYATA⁉️
