bab 17

850 86 11
                                        

"asa, kamu mau ya? Ini juga demi kebaikan kamu.." bujuk Jennie dengan sangat memelas.

"Nggak! Sekali nggak ya nggak! Jangan maksa dongg" kesal asa.

Asa benar benar tak habis pikir dengan mommy nya ini, bisa bisanya dia ingin menjodohkan asa. Ck! Gimana gak kesel coba...

"Kan kamu udah kenal sama cowok nya" sepertinya Jennie sangat ingin menjodohkan asa.

"Nggak mommy...  asa gak mau" kali ini asa berucap pasrah, semoga saja Jennie merasa kasian padanya.

Jennie tampak menghela nafas capek "mommy gak suka anak pembangkang" mendengar ini, asa tercengang kaget. Anak pembangkang?

"Mommy jangan egois dong!!" Ucap asa yang kini mulai berderai air mata.

"Mommy gak egois, bukan nya dulu kamu mau banget mommy jodohin sama junghwan?"

"Itu mah dulu, aku Masih kecil jadi belum ngerti apa apa" jawab asa yang sudah terisak kecil.

"Pliss.. mau ya sa?" Bujuk jennie lagi.

Asa menatap Jennie dengan tatapan benci, rahang nya kian  mengeras dan tangan nya semakin terkepal kuat.

Tanpa sepatah kata pun, asa melangkah pergi meninggalkan jennie. Tujuan nya kali ini adalah kamar Chiquita, bodo amat kalo Ella ada di sana.

Cklek

Asa mendorong pintu kamar Chiquita tanpa mengetuk terlebih dahulu. Di lihat nya sang adik tiri yang sedang duduk di atas ranjang sembari mengobrol dengan Ella.

Tak perlu berpikir dua kali, asa berlari menubruk tubuh Chiquita hingga si empu terperanjat kaget.

"Unnie? Wae geurae?" Tanya Chiquita seraya berusaha melepaskan pelukan asa.

"Hiks d-diem dulu.." pinta asa.

Sedangkan Ella kini tengah menatap asa tak suka. Ingin sekali dia menarik asa agar menjauh dari Chiquita, tapi sayang nya suaminya itu memberi isyarat agar membiarkan asa untuk memeluk nya lebih lama.

Akhirnya Ella hanya bisa menghela nafas pasrah.

Setelah cukup tenang, asa melepaskan pelukan nya. Mata sembab nya terkunci pada pandangan penuh bertanya milik Chiquita.

"Unnie kenapa nangis?" Tanya Chiquita seraya mengusap pipi asa dengan lembut.

"Ella, kasih kita waktu berdua" pinta asa yang menghiraukan pertanyaan dari Chiquita.

Awalnya Ella hendak menolak, tapi kembali lagi, Chiquita memberinya isyarat untuk menuruti permintaan asa.

Maka lagi dan lagi Ella mengalah, gadis itu melangkah keluar dari kamar meninggalkan Chiquita dan asa.

Setelah kepergian Ella, asa mulai menatap Chiquita kembali. Tangan lembutnya terangkat mengusap rahang tegas milik sang adik.

"Jadi? Kenapa nangis?" Tanya Chiquita di tengah tengah kegugupan.

"Mommy mau jadohin aku" jawab asa dengan bibir yang berkerut lucu.

"Cuma karna itu?"

"Ihhh kok kamu gak kaget?!"

"Nggak lahhh.. kan unnie yang di jodohin, kenapa aku yang kaget" kekeh Chiquita.

Asa menganga tak percaya, dengan penuh kesal dia memukul pundak Chiquita berulang kali.

"Nyebelinnn" cibir asa.

Melihat kelakuan unnie nya, Chiquita tak dapat menahan tawa. Ck ayolah... Kali ini asa sangat menggemaskan bagi Chiquita.

Kakak Tiri Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang