bab 14

1.2K 91 7
                                        

Pagi ini Chiquita di buat kaget oleh situasi. Dirinya terbangun tanpa sehelai busana dan yang lebih mengejutkan nya lagi terdapat Ella di samping nya, gadis itu pun tidak memakai busana.

Jantung Chiquita kian berdegup sangat kencang, bola mata nya bergerak melihat sekitar yang tampak banyak tisu berserakan.

Di saat itu pula Ella terbangun.
"C-can-ny.." panggil Ella dengan lirih.

Chiquita menoleh dengan was was "apa yang terjadi diantara kita?" Tanya Chiquita, pasal nya ia sama sekali tak ingat kejadian semalam.

Ella yang sadar situasi pun mulai berlagak menjadi korban "hiks kau jahat canny hiks" Isak Ella.

"Apa? Aku tidak ingat?!" Lontar Chiquita.

"K-kau memaksa ku" lirih Ella.

Kini Chiquita di kuasai oleh rasa bersalah, apa yang telah dia lakukan pada Ella? Kenapa dia bisa brengsek seperti ini? Bagaimana jika keluarga nya tau? Entahlah.. semua itu terus berputar putar dalam benak Chiquita.

"Kau harus tanggung jawab Chiquita" desak Ella, membuat Chiquita terdiam.

"Maafkan aku Ella, aku tidak bisa" tolak Chiquita dengan halus.

"KENAPA?! KAU MEMPERLAKUKAN KU LAYAK NYA JALANG!!" Pekik Ella.

"M-maaf kan aku... Lain kali aku akan menemui mu" ucap Chiquita.

"Kali ini aku harus pergi" imbuh nya.

Chiquita beranjak, ia memunguti pakaian nya kemudian memakai nya. Sebelum pergi-- Chiquita lebih dulu melirik Ella yang tengah terisak.

"Aku akan datang kesini lain kali" seru Chiquita sebelum dirinya benar benar pergi dari apartemen Ella.

Selepas kepergian chiquita-- Ella menghentikan tangisnya.

"maaf canny.. tapi aku mencintaimu. Bahkan sudah sejak dulu perasaan itu ada. Aku membenci tatapan cinta dari kakak tirimu untuk mu" monolog ella.

"Bagaimanapun caranya-- aku ingin kau sepenuhnya, Chiquita manoban" lanjut Ella.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Masuk gak yaa" bimbang Chiquita.

" Hahh di marahin ini mah" desah chiquita.

Dan dengan sisa keberanian nya-- Chiquita mendorong pintu besar rumah nya.

Dilihat nya lima gadis cantik yang sedang berkumpul di luar keluarga. Salah satu dari mereka menyadari kehadiran nya.

"Akhirnya pulang juga, kirain udah lupa rumah" seru rora membuat semua atensi tertuju pada Chiquita.

"Maaf" ucap Chiquita pelan.

Pharita, gadis itu berjalan lebih dulu menghampiri Chiquita.
"Dari mana?! Udah jago ya sekarang.. selamanya gak pulang, KAMU KEMANA?!" Bentak pharita membuat Chiquita menunduk takut.

Jika pharita sudah marah, habislahh Chiquita.

"Ketiduran di rumah temen unnie" cicit Chiquita.

Tanpa di sangka sangka-- pharita menjewer telinga kanan Chiquita hingga si korban memekik kaget+sakit.

"Aaaa sakit unnieee" rengek Chiquita yang di abaikan pharita.

Kakak Tiri Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang