Siap masuk ke cerita Skala × Agatha bersama Atlantis dan the Queen's gank?
yang penuh konflik, rahasia, dan musuh yang... terlalu dekat?
Kalau musuhmu selalu ada di setiap masalahmu...
kamu bakal lawan dia, atau malah jatuh ke dia?
Bertengkar setiap...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TINGGAL KAN VOTE, KOMEN DISI NI 🥰😉 Dan share cerita ini ke teman, kluarga, pacar maupun penerbit✮❀
HAPPY READING MAYLDERR🥰
Langkah mereka semakin tergesa, menembus hutan lebat yang mulai terasa seperti labirin tak berujung. Skala menggenggam erat tangan Agatha, memastikan gadis itu tetap berada di sisinya. Di belakang mereka, Aksa dan Naura berusaha mengikuti dengan nafas terengah-engah, wajah pucat dan tubuh gemetar.
Suara itu terdengar lagi. Berdesir pelan, seperti napas berat yang terputus-putus. Skala berhenti sejenak, memasang telinga dengan waspada. Ia mengenal suara itu—terlalu nyata untuk disebut angin, dan terlalu teratur untuk dianggap makhluk halus.
"Skala... kita dikejar apa sih sebenarnya?" bisik Agatha, suaranya bergetar. Ia memeluk lengannya sendiri, mencoba mengusir dingin yang menyelusup tulang.
Skala menoleh cepat, matanya tajam memandang ke arah kegelapan di belakang mereka. "Gue nggak yakin... tapi dia nyata."
Agatha mengerutkan kening. "Maksud lo?"
"Suara napasnya... lo denger nggak? Teratur, kayak... manusia."
Agatha menelan ludah, matanya membulat. "Jadi... itu bukan makhluk halus?"
Skala mengangguk pelan. "Gue rasa gitu. Dia sengaja nakut-nakutin kita biar panik dan misah."
Sebelum mereka bisa berdiskusi lebih lanjut, Aksa berteriak kaget. "GUYS! DIA DI SINI!"
Mereka semua menoleh bersamaan, dan tubuh mereka membeku saat melihat sosok hitam tinggi itu berdiri di antara pepohonan, mengintai dengan tenang. Mata merahnya bersinar tajam, seolah menembus kegelapan. Namun, kali ini Skala memperhatikan sesuatu yang aneh.
Bayangan itu tidak melayang. Kakinya menyentuh tanah, menimbulkan suara gemerisik dedaunan kering. Tubuhnya juga sedikit terengah, seakan kelelahan setelah lama mengikuti mereka.
"Napasnya..." gumam Skala pelan, sorot matanya semakin tajam. "Gue yakin, dia manusia."
"Apa? Maksud lo—" Agatha belum selesai bicara saat bayangan itu tiba-tiba bergerak cepat ke arah mereka, melesat di antara pepohonan dengan gerakan yang sangat lincah.
"SEMUA JANGAN PISAH!" Skala berteriak, menarik Agatha ke belakangnya. "Tetep rapet! Jangan ada yang ketinggalan!"
Mereka semua bergerak dalam satu kelompok, mencoba menjauh dari sosok itu. Tapi kali ini, bayangan hitam itu tidak hanya berdiri mengintai. Ia menyerang dengan gerakan cepat, tangannya yang panjang mencoba meraih mereka.
"AWAS!" teriak Aksa, menarik Naura yang hampir tersambar oleh tangan hitam itu. Mereka terjatuh bersama, berguling di atas tanah yang basah.
Makhluk itu mendekat, namun kali ini Skala lebih siap. Ia mengayunkan batang kayu yang sejak tadi digenggamnya, menghantamkan ke arah sosok itu. Benturan keras terdengar, dan sesuatu yang tidak terduga terjadi.