bab 74

1.6K 85 19
                                        

Mees menoleh saat mendengar pintu kamar mandi kamarnya terbuka, tak lama mata nya di buat takjub oleh pamandangan di depannya, seseorang yang baru saja muncul dari dalam kamar mandi tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mees menoleh saat mendengar pintu kamar mandi kamarnya terbuka, tak lama mata nya di buat takjub oleh pamandangan di depannya, seseorang yang baru saja muncul dari dalam kamar mandi tersebut.

Wanita bertubuh sempurna, berkulit putih bersih, dengan rambut panjang terurai begitu saja sesuai dengan ke sukaannya, mees benar benar di buat tidak berkedip sedetikpun, setelah melihat wanita tersebut memakai baju yang baru saja dia belikan.

Perlahan sudut bibirnya mulai terangkat, hingga akhirnya menampilkan senyuman yang indah,
Rasanya pengorbanannya untuk menanggung malu di mall tadi luntur begitu saja setelah melihat pemandangan ini.

Mees mulai bangun, berdiri menatap istrinya.

"Sayang.. kamu benar benar sempurna"

Dia tersenyum perlahan berjalan mendekati istri tercintanya.

Ayu hanya diam menahan senyum nya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ayu hanya diam menahan senyum nya. Sebenarnya dia masih di ambang ke bimbangan, bimbang antara ingin menceritakan kejadian tadi pada hito atau tidak.

Apa yang akan terjadi jika dia menceritakan semuanya ?
Lalu bagaimana jika hito marah jika dia berusaha menyembunyikan masalah tadi dari nya ?
Lalu apa yang akan di lakukan hito pada neithen jika dia tau, istrinya di perlakukan seperti itu ?
Pikiran ayu benar benar di penuhi dengan kebimbangan dan berbagai pertanyaan pertanyaan nya sendiri.

Hingga ayu tak menyadari jika saat ini suaminya sudah berada tepat di depan nya tanpa jarak satu centi pun.
Tangan kirinya mulai mengelus pinggang ramping ayu, sedangkan tangan kanan mulai meraba pipi kiri ayu, turun ke area leher belakang, wajahnya semakin mendekat seakan ingin menerkam seseorang di depan nya.

Ayu mulai dapat merasakan hembusan nafas hangatnya, bibirnya mulai mendekati bibir ayu, hingga akhirnya dia mendratakan ciumannya dengan sangat lembut.
Ayu membuka sedikit mulutnya agar mess dapat menjelajahi setiap ronga ronga mulutnya.

Dari yang hanya ciuman biasa , kini mulai hisapan hisapan kecil.

"Arrrhh.. ehmm" ayu bahkan mulai terbawa nafsu akibat ciuman suaminya.

Redamancy  (MEES HILGERS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang