Redamancy part 62 (sudah revisi)

1.2K 100 19
                                        

"Sayaaaangggggg" teriak ayu memanggil suaminya.

Mees akhirnya membuka tirai ruangan itu.

"Sayang" lirih mees, membuka tirai melihat istrinya tengah berbaring dengan selang infus yg sudah terpasang di tangan kirinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sayang" lirih mees, membuka tirai melihat istrinya tengah berbaring dengan selang infus yg sudah terpasang di tangan kirinya.

Mama linda bergeser agar supaya anaknya bisa mendekat ke istrinya.
Mees langsung memeluk istrinya dengan erat.

"Kenapaa lama sekali ?" Tangis ayu pecah saat suaminya memeluknya dengan erat.

"Maafkan aku sayang,, maafkan aku"
Mees masih tetap memeluk ayu dengan erat, begitu pun ayu, dia membalas pelukan suaminya meski dengan keadaan berbaring.

Tak berselang lama mereka saling melepaskan pelukannya, mees kemudian mencium kening dan kedua pipi ayu.
Mees tersenyum menatap wajah ayu yg sedikit pucat.

"Kenapa keningmu memar seperti ini sayang ? Apa terjadi sesuatu ?" Ayu menatap dan menyentuh lembut kening mees saat wajah mereka berdekatan.

"Tidak apa apa sayang,, ini hanya luka kecil" jawab mees tersenyum, dia tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, agar tidak membuat istri dan keluarganya khawatir.

Mees berusaha mengalihkan pembicaraan. Dan duduk dikursi samping tempat istrinya berbaring, mees mengenggam tangan istrinya, berkali kali dia cium lembut tangan istrinya itu.

"Sebenarnya apa yang terjadi ? Bagaimana bisa sampai seperti ini ? Bukan kah dokter kemarin bilang masih ada waktu sekitar Kurang lebih dua minggu lagi ?" lirih mees menatap sayu mata ayu.

Sebelum menjawa ayu tampak menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.
Ayu tampak menatap dalam mata suaminya. Lalu dia berusaha menjawab

"Waktu kamu pergi, aku dan mama langsung membereskan barang barang yang kita beli sayang, setalah selesai, mama izin ke kamarnya untuk istirahat, begitu juga aku, aku istirahat di kamar, setelag bangun aku langsung mandi, aku mencoba menghubungi mu karena perasaan ku tidak enak, entah kenapa perasaanku mengatakan kamu sedang dalam bahaya, beberapa kali aku mencoba menghubingimu, tapi tidak kamu angkat sama sekali, bahkan pesan pesanku tidak kamu baca. Seperti tau rasa gelisahku, baby mulai bergerak gerak dengan kencang, karena duduk membuat perutku merasa tidak nyaman, akhirnya aku memutuskan untuk berbaring di tempat tidur, tak berselang lama, tendangan baby semakin kencang hingga membuat perutku terasa sangat sakit, aku mencoba menghubungi kak sara, karena rasanya untuk berteriak saja aku tidak sanggup. Setalah itu, mama dan kak sara membawaku kesini"

Mata mees terlihat berkaca kaca mendengarkan penjelasan istrinya, mulutnya seakan tidak bisa berkata kata lagi, dia tidak menyangka bahwa ikatan batin antara dia, istri dan anaknya sudah begitu kuat, jika salah satu mengalami bahaya, pasti mereka akan merasa perasaan yang tidak enak dan gelisah.

Sedangkan mama linda, dan sara yg duduk sofa hanya terdiam mendengarkan ayu dan mees berbicara, mereka berdua menyimak dan menatap ke arah ayu dan mees.

Redamancy  (MEES HILGERS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang