Sudah seminggu sejak Seokjin terakhir kali menginjakkan kaki di rumah sakit. Taehyung semakin terbiasa dengan kegelapan yang sekarang menjadi dunianya, tetapi hatinya tetap terasa kosong. Ada lubang besar yang tidak bisa diisi oleh siapa pun—bahkan oleh Hoseok yang hampir setiap hari datang menjenguknya.
"Hyung nggak datang lagi, ya?" tanya Taehyung pelan suatu sore, suaranya nyaris tak terdengar di antara bunyi alat medis yang monoton.
Hoseok yang sedang mengupas apel di sampingnya terdiam sejenak. Dia menatap wajah Taehyung yang kini pucat, matanya yang dulu berbinar penuh kehidupan kini hanya menatap hampa ke depan.
"Hyung sibuk, Tae," jawab Hoseok akhirnya, berusaha menjaga suaranya tetap netral.
Taehyung mengangguk kecil, tapi Hoseok bisa melihat bagaimana rahangnya mengeras, berusaha menahan rasa sakit yang tak diucapkan. "Aku cuma... ingin dengar suaranya. Sekali saja."
Hoseok menelan ludahnya dengan susah payah. Hatinya terasa berat melihat Taehyung yang begitu merindukan Seokjin, sementara dia tahu, di luar sana Seokjin juga menderita dengan keputusannya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Go
Fanfiction#Brothership Terkadang, apa yang terlihat tidak sama seperti apa yang dilihat #☡Terdapat kata-kata kasar dan kekerasan☡# Hanya sebuah cerita mainstream yang setiap chapternya pendek
