Malam itu, Taehyung duduk sendirian di kamarnya setelah dipulangkan dari rumah sakit. Ia menolak bantuan siapa pun, memilih menyendiri dalam gelap yang kini menjadi temannya.
Suara pintu depan yang terbuka membuat Taehyung menoleh pelan. Detak langkah yang familiar membuat jantungnya berdegup lebih cepat.
"Hyung?" panggilnya dengan suara serak, berharap itu bukan hanya khayalannya.
Tapi tak ada jawaban. Hanya suara pintu yang kembali tertutup dengan lembut. Keheningan menyelimuti ruangan, membuat dada Taehyung terasa semakin sesak.
Dia tahu Seokjin ada di sana. Dia bisa merasakannya. Tapi seperti biasa, hyung-nya memilih pergi, meninggalkannya dalam kegelapan yang kini bukan hanya di matanya, tapi juga di hatinya.
Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh, membasahi pipinya yang dingin.
"Kenapa kau nggak pernah tinggal, hyung...?" bisiknya, berharap angin malam bisa menyampaikan pertanyaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Go
Fanfiction#Brothership Terkadang, apa yang terlihat tidak sama seperti apa yang dilihat #☡Terdapat kata-kata kasar dan kekerasan☡# Hanya sebuah cerita mainstream yang setiap chapternya pendek
