Haloo...
Setelah bertahun-tahun akhirnya Yuki berpikiran buat nulis lagi karena situasi Indonesia saat ini amat memprihatinkan.Mau flashback sebentar.
Aku mulai nulis lapak diskusi dan cuap-cuap ini waktu umurku belum 17, dan sekarang usiaku hampir 22 tahun. Tentu ada banyak banget hal yang udah aku saksikan dan jadi bahan belajar untuk berpikir. Jadi kayaknya bakal menarik untuk melanjutkan lapak ini, tentunya dengan sudut pandang yang baru. Saat ini—dan seterusnya— aku masih belajar. Jadi, harapannya lapak ini bisa menjadi wadahku untuk mencurahkan isi pikiran dan tempat untuk berdiskusi bagi kita semua.
Oke, kembali ke topik.
Kalian ngerasa juga ngga kalo kayaknya negara ini udah hampir bubar? I mean, bukan bubar secara harfiah, tapi segala sesuatu yang terjadi di negara ini udah bener bener rusak dari akarnya dan gabisa lagi buat dijalani secara normal. Mulai dari rakyat, wakil rakyat, bahkan Presiden pun udah ngga ketolong.
Pemerintah membodohi rakyat, dan rakyat yang gamau dicerdaskan. Gampang disetir dengan iming-iming "gratis", sehingga lebih memilih isi perut dari pada asupan otak. Beginilah hasilnya jika memilih Presiden dan wakilnya hanya dengan rasa "kasihan saat debat" atau karena "gemoy". Ketika dikasih fakta dan data, bukannya membaca dan berpikir malah ngotot tetep "all in".
Aku akui sih, memang Pemerintah ni bener-bener paham rakyatnya dengan baik, paham kalo sebagian besar masyarakat Indonesia belum siap untuk maju. Mereka gunain itu untuk nyetir rakyat lewat sosmed, yang mana di platform itu banyak banget kaum muda yang naif, iba soal cuplikan video yang diedit dengan musik melankolis. They're not bother to find out the fact.
Banyak yang bilang kalau siapapun yang jadi presiden bakal sama aja. Toh, nantinya kita yang akan jalani hidup kita sendiri. Yang mana aja presidennya ga akan ngaruh ke hidup kita. Mirisnya, mereka yang bilang begini adalah orang-orang yang memilih paslon genap, yang jelas-jelas programnya tidak jelas.
Sekarang? Banyak problem yang diakibatkan dari paslon terpilih. Herannya, masih ada juga yang membela "Kan baru tiga bulan", "Kan belum satu tahun. Dipikir gampang jadi presiden?", dan semacamnya.
Kalau 3 bulan cukup untuk mengacaukan UU dan membuat kebijakan yang menyusahkan rakyat, kenapa 3 bulan belum cukup untuk membenahi negara?
Karena itulah, sekarang lagi ramai tagar #KaburAjaDulu, dimana orang-orang berpikiran untuk pindah ke luar negeri. Rasanya wajar mengingat segala kekacauan yang terjadi di dalam negeri. Kalau negara memang menciptakan rasa aman dan nyaman untuk rakyatnya, siapa yang akan berpikiran mau pindah?
Lucunya, Bahlil mempertanyakan nasionalisme rakyat yang ingin pindah ke luar negeri, tetapi tidak berkaca dan mempertanyakan nasionalisme diri sendiri.
Padahal, cinta tanah air bukan sekadar pakai batik, dengerin lagu keroncong tiap pagi, atau tinggal di Indonesia secara sukarela walau tersiksa. Kalau memang pemerintah itu nasionalis, ga akan mungkin mereka membuat aturan yang menyusahkan rakyat dan bersikap sewang-wenang.
-
Apa tanggapan kalian soal #KaburAjaDulu?

KAMU SEDANG MEMBACA
Cuap-Cuap Soal Negeri
Random[Random Book] Berisi uneg-uneg di kepalaku yang tak bisa aku ungkapkan secara lisan.