10

317 12 0
                                        

winnysatang side
mereka yang sedang berkendara menuju apartemen tiba-tiba mobil winny berbalik arah membuat satang langsung panik

"eh!, apaan lo!" teriak satang

"diem!, kita ketauan" tegas winny

"maksud lo?" tanya satang

"diem gw mau fokus" ucap winny

satang bingung sekaligus kesal, walaupun ia takut dibohongi winny tapi dia yakin kalau sekarang pasti memang ada yang mengikuti mereka namun satang sempat memikirkan keadaan book yang mungkin sudah diketahui mereka

satang mulai penasaran dengan apakah mungkin book akan disiksa walaupun tak tau apa-apa?

belum sempat satang bertanya ke winny, tiba-tiba tubuhnya tepental ke kaca

"auhhh... " rintih satang

"jangan banyakkan halu lo, selanjutnya bakal lebih terguncang " ucap winny sembari terus menyetir dengan fokus

satang yang memang takut kecepatan menundukkan kepalanya dan memilih untuk diam, beberapa saat kemudian ia melihat ke depan, mereka ada di jalan yang dimana kanan kirinya hutan

"lo bawa gw kemana?!" tanya satang panik takut dirinya diapa apakan winny

"justru gw mau bawa lo ke tempat aman!" bentak winny

TAK!!

suara tembakan, seseorang yang dihindari winny ternyata masih mengikuti mereka, winny semakin menambah kecepatannya

satang menunduk mencengkram pahanya karna rasa ngeri yang amat tinggi, winny menyadari bahwa satang sedang tak baik-baik saja, refleks winny memegangi salah satu tangan satang

"tenang lo aman sama gw" ucap winny

satang yang takut juga reflek memegang tangan winny, semakin cepat mobil winny semakin erat pegangan satang



























book side
book bangun di sebuah ruangan kosong, ia sadar dirinya diculik tapi ia juga heran, penculikan ini ternyata tak seperti yang ia bayangkan, ruangan itu adalah sebuah kamar mewah

'ini aku diculik jadi sandra apa raja sih?' batin book heran

"(jangan memberontak maka kamu tak akan kami tembak)"

"apaan sih jangan main-main ya, aku cape" ujar book

"(siapa yang main-main, kau bisa mati kapan saja di sana)"

"aku salah apa ya?" tanya book dengan lantang

"(kamu salah karna membiarkan teman-temanmu membuat kekacauan di sini)"

"teman?, hahaha aku mana punya teman di sini" ucap book

"(tak punya?, lalu siapa fourth?)"

"fourth dia mah temen ponakanku!"-book

"(beritahu kami di mana dia!)"

"yahh mana aku tau"-book

"(sebelum kami menemukannya kamu akan tetap di sana)"

"eh jangan dong!, eh!, yahh ini beneran diculik nih, iihh ngga seru tau"-book










































keesokan paginya
fourth terbangun lebih dulu dari pada phuwin dan ia langsung pergi ke toilet untuk sekedar mencuci muka dan buang air

setelahnya fourth sampai di dapur dan membuka kulkas sembari mengelus perutnya yang lapar

ours mafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang