12

277 9 0
                                        

"bentar win" william membuka pintu, namun belum sempat sadar akan bahaya ia sudah terlebih dahulu disetrum membuatnya seketika tumbang tak sadarkan diri
.
.
.
.
.
para orang suruhan daddy earth langsung mengepung est dan satang

"tang lari lewat dapur tang!" titah est

"terus kamu?" tanya satang

"pergi!" bentak est

terlambat, mereka juga menyetrum est dan mengejar satang hingga berhasil ditangkap

"lepas!" berontak satang

"diem!"

"tolong!!!!!.... tolong!!...." teriak satang

dor
dor

winny menembak beberapa dari mereka, hanya saja tak mengenali organ fital agar tak membuat mereka seketika mati, satang berlari ke winny dengan panik dan nanah tangis karena takut ia memeluk tubuh winny

"tenang lo aman sekarang" ucap winny membalas pelukan satang sembari mengelus punggung satang

"tapi william sama est.. hiks..." ucap satang

"udah, mereka ngga akan kenapa-napa, sekarang kita pergi dulu jauh dari sini, oke?" ajak winny

"terus temen-temenku?" tanya satang

"mereka aman sama saudaraku" jawab winny

berat rasanya untuk percaya, namun kalau tak percaya pun satang tak bisa berbuat apa-apa, orang yang mengincar mereka bukanlah orang sembarangan

"ayo pergi" ajak winny

"t-tuan muda_h kau tak b-bisa pergi_h lagi, khao sudah men-naruh banyak pelacak, d-demi_h hidupmu serahkan saja dia" ucap salah seorang penjaga yang ditembak winny kini mulai akan kehilangan kesadarannya

winny kembali melangkah menuju mobilnya menarik satang bersamanya




























ketiganya telah berhasil ditangkap karna lengah dan memang tak tau cara melawan, mereka diikat dan dipaksa masuk ke dalam mobil fan hitam

setelah mobil itu melaju, pond dan gemini baru tiba, terlambat karna mereka telah pergi jauh, mengikuti mereka pun sudah tak sempat

"sial kita telat!" umpat pond

gemini kembali masuk ke mobilnya

"lambat gem!" ucap pond

"gw ngga mau kehilangan lagi!" ucap gemini yang lalu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi
.
.
.
.
.
.
.
.
'kenapa aku sama temenku jadi gini' batin phuwin yang ketakutan, mulutnya dan matanya ditutup

BERRRAAKKkK

mobil yang entah dari mana datangnya menabrak fan hitam itu, membuatnya seketika terbalik, di akhir kesadarannya phuwin mendengar seseorang yang mengeluarkan salah satu orang dari mobil itu, setelahnya ia tak mendengar apapun
.
.
.
.
.
.
phuwin terbangun di ruangan putih, ia yakin itu rumah sakit tapi terlalu lemah untuknya berfikir dan bangkit, mencoba melihat ke sekitar walau penglihatannya tak begitu jelas

"phuwin"
"phu"
"phuwin"

suara panggilan yang entah dari siapa, suaranya tak asing namun ia lupa itu suara siapa, perlahan phuwin mulai melihat semuanya dengan jelas, ia melihat pond di sampingnya

"phu lo ngga papa?" tanya pond

"fourth, dunk, satang mana?" tanya phuwin

ours mafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang