16

108 7 0
                                        

dunk yang kini benar-benar pasrah, ia dirantai, kecil harapnya untuk pergi dari tempat gelap ini

"ini makanlah" ucap joong dengan dingin dan tak peduli memberi dunk makanan

dunk hanya diam tak berkutik sedikitpun

"oh ga mau makan ya?" tanya joong kesal

"eh lo harus makan!" bentak joong namun dunk tetap diam

joong berjongkok lalu dengan kasar mencengkram kedua pipi dunk, menatapnya marah "gw ga mau lo mati di sini" ujarnya

dunk menangis "yaudah lepasin gue!, hiks"

joong menepis wajah dunk lalu kembali berdiri, menatap dunk sesaat sebelum ia pergi

"lepasin gue!!!.. joong!.. gue mau pulang.. joong!!" teriaknya ke joong yang berjalan menjauh






































keesokan harinya
phuwin dan fourth benar-benar akan pindah hari ini, mix sangat puas melihat adegan ini

"akhirnya para parasit pergi" ujar mix

"ga bisa apa kamu lebih kasihan ke mereka!" kesal lune

"ngapain, kalo kasian sana ikut mereka!" mix mendorong lune dengan kasar membuatnya jatuh

gemini membatu ibu tirinya itu bangun 'sumpah gw ga pernah bisa anggap lo ibu gw' batin gemini menatap mix yang berjalan masuk

.
.
.

sementara itu phuwin dan fourth tak tau tujuan mereka harus kemana

"apa kita balik ke orang tua?" tanya fourth

"ga bisa, tanpa satang dan dunk kita ga bisa pulang dulu" ucap phuwin

"bener, maaf gw cuma beban" ucap fourh memandang cederanya yang masih belum sembuh

"shutt.. kita cari tepat tinggal dulu" ajak phuwin

"haii.. kalian ga kangen aku?" tanya seseorang yang ternyata adalah

Phuwin dan Fourth menoleh, mata mereka langsung membulat. Ada Book berdiri di situ, senyum manis di wajahnya. Phuwin memandangnya dari atas sampai bawah, memastikan itu benar-benar book yang mereka kenal

"p'Book... hamil?" tanya Phuwin, suaranya agak kaget tapi lembut.

Book mengangguk, senyumnya makin lebar dan ceria. "Hmm, ya gitu lah."

Tanpa basa-basi, Phuwin langsung berlari dan memeluk Book dengan hati-hati, takut menyentuh perutnya. Fourth juga ikut menyusul, memeluk mereka berdua dari samping.

Setelah beberapa saat, mereka melepaskan pelukan. Fourth menatap Book dengan tatapan penasaran, sedikit candaan muncul di wajahnya. "phi dari mana aja sih? Dan ini... anak siapa?"

"ini anak, dia" ujar book menoleh ke arah seseorang

"hai" sapa force menghampiri mereka

"wahh.. p'book hebat" ujar fourth terkekeh

"kamu phuwin kan?" tanya force

"kok tau?" tanya phuwin

"aku sepupu pond, tapi tenang aku ga kaya mereka, aku cuma orang biasa kok" jawab force dan memastikan mereka tak salah menilainya

"oh ya, boleh ga mereka tinggal sama kita?" tanya book dengan lembut

"boleh kok" jawab force

"tapi satang sama dunk-"

ours mafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang