di suatu tempat
BRUUUkkKK
dengan khaotung menghancurkan barang di ruangannya
"selama 7 tahun aku disini dan tak pernah gagal kenapa sekarang hanya karna anak-anak desa itu mereka jadi bisa melawanku!" kesal khaotung
"apa kau masih tak puas membuat mereka menderita?" tanya first
"aku?!, ayah mereka yang mau itu" ucap khaotung
"7 tahun itu sudah berapa banyak orang yang mereka cintai kau habisi?" tanya sea
"sea kau juga menyalahkan ku?" tanya khaotung
"tidak, aku hanya lelah melihat keluarga ini" ucap sea
"apa maksudmu?" tanya first
"ayah mereka atau yang kita panggil bos, dari keempat anaknya tak pernah ada yang memuaskan dirinya" ucap sea
"apa kau menghina bos?" tanya khaotung
"tidak, aku hanya berharap anakku tak seperti anaknya nanti" ucap sea
kembali ke winnysatang
"maaf" ucap satang memalingkan wajahnya dari winny
"gw ditolak?" tanya winny
"aku ga bisa jawab sekarang" jawab satang
"gw tau sekarang emang lagi ngga baik, maaf" ucap winny, lalu kembali melajukan mobilnya
'hah jadi yang est bilang bener, ngga ngga baik mikirin ini sekarang' batin satang
matahari telah terbit, malam telah berlalu begitu saja, phuwin memang baik-baik saja tapi fourth dia masih belum sadarkan diri bahkan dunk yang hilang masih membuatnya khawatir
"jangan banyak pikiran, lo juga harus sembuh" ucap pond
"gimana dunk?, udah ketemu?" tanya phuwin
"kata om first mereka ngga dapat satupun dari kalian" jawab pond
"itu berarti dunk ngga diculik mereka" tiba-tiba phuwin teringat akan aries
"d-dunk ngga aman aries itu bahaya!" ujar phuwin panik
"phuwin tenang, gw juga udah ngecek aries dan geng nya dan itu bukan mereka" ucap pond
"hiks terus kemana dunk" tangis phuwin seketika pecah
pond mendekat dan menghapus air mata phuwin,kemudian memegang kedua sisi wajah phuwin "tenang gw pastiin dia bakal aman" ucap pond
"dengan ngalawan ayahmu sendiri?" tanya phuwin
"kalo perlu, itu pun bakal gw lakuin" ucap pond
phuwin mendongak melihat pond yang menyentuh wajahnya, pond yang juga menatap phuwin perlahan-lahan merendahkan wajahnya, tangannya memegang lembut dagu phuwin
bukan salah satu, tetapi keduanya sama-sama saling mendekat hingga bibir mereka menyatu, sentuhannya lembut dan cukup lama membuat mereka lupa akan tempat
"phi.." panggil phuwin
"maaf kalo lo ngga nyaman" ucap pond
"gapapa" ucap phuwin
tok
tok
tok
tok
seseorang mengetuk pintu dengan tergesa-gesa, pond yang merasa terganggu menghampiri dan membukakan pintu
"tuan ada berita buruk tentang ayah tuan" ucap seorang salah satu anak buah earth
"daddy kenapa?" tanya pond
KAMU SEDANG MEMBACA
ours mafia
Fanfictionmengisahkan 4 sahabat yang memiliki pacar yang ternyata adalah seorang mafia, namun berhubungan dengan orang yang memiliki pengaruh besar tidaklah mudah
