17

96 9 1
                                        

"kapan dia sadar?" tanya joong ke dokter

"dia kekurangan gizi dan dehidrasi jadi butuh banyak infus untuknya" jawab dokter

"Kalau begitu... tolong berikan yang terbaik untuknya," kata Joong dengan suara pelan

"Pasien Dunk kondisinya cukup parah. Selain infus, dia juga membutuhkan istirahat yang cukup agar bisa pulih dengan baik. Jangan biarkan dia terlalu tertekan saat sudah sadar ya, Pak."

Setelah dokter pergi, Joong mendekat ke ranjang tempat Dunk terbaring dengan mata tertutup. Dia merentangkan tangan seolah ingin menyentuh wajah Dunk, tapi akhirnya hanya menggenggam pelukan seprai di sisi ranjang.




























Sementara itu, Force sedang membimbing Book ruangan pemeriksaan kandungan. Saat mereka melewati salah satu kamar rawat inap, Book tiba-tiba berhenti dan menarik lengan Force.

"Force, lihat sana..." ucapnya dengan suara pelan tapi penuh kekaguman. Ia menunjuk ke bagian kaca transparan di pintu kamar. Di dalamnya, Dunk terbaring lemah di ranjang dengan selang infus yang terpasang di lengannya.

Dunk yang lama menghilang tanpa kabar, akhirnya ketemu, tapi dengan kondisinya saat ini "Itu Dunk... pasti dia!" serunya dengan nada cemas.

Force mengerutkan kening "tenang aku akan mengurus ini" ucap force

Tak butuh waktu lama, beberapa dokter dan perawat datang dengan alat bantu. Force menunjuk ke dalam kamar dengan tatapan tegas. "Pasien itu teman kami. tolong pindahkan dia dengan hati-hati dan jangan beri tahu siapapun tentang ini"

Sambil tim medis bekerja dengan cepat dan teratur untuk memindahkan Dunk. Untungnya, Joong masih belum kembali dan proses pemindahan berjalan lancar.

























satang dan est tengah memasak bersama di dapur
"TUMB!" suara yang singkat tapi terdengar jelas itu mengagetkan keduanya dan mendorong mereka untuk memeriksa

"hehe maaf itu aku" ujar william yang sedang membereskan kekacauan yang ia buat

"tunggu" satang serasa akan mengingat sesuatu "book, p'book iya phi book!" ujarnya

"siapa phi book?" tanya est

"bisa antar aku ke suatu tempat?" ..........





















.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
5 hari berlalu setelahnya, book telah menemukan semua adiknya, fourth sudah sepenuhnya sembuh, dunk sudah cukup membaik dan satang juga sudah ditemukan

namun ketenangan itu tiba-tiba terusik kembali

"cepatlah kalian berkemas dan pergi dari sini sejauh mungkin" ujar bunda lune yang masih terengah-engah

"ada apa ini?" tanya book

"earth dia sudah bangun, dan keadaan rumah itu sedang berantakan, aku gak mau kalian kenapa-napa jadi aku mohon pergilah yang jauh" ucap lune

"tapi dunk masih belum sembuh total" ujar fourth

"tenang itu aku yang urus" ucap book

"semuanya sudah siap nyonya" ujar seorang bawahan force

"sana antar mereka ke bandara" titah book










































































ours mafiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang