09

1K 128 16
                                        

🦋🦋🦋

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🦋🦋🦋

Hari ini, para pekerja yang Jennie pesan dari agen asisten rumah tangga sudah datang. Hanya dua orang saja, yaitu pekerja rumah dan babysitter untuk menjaga dan menemani Jisoo selama Jennie pergi bekerja.

"Istriku sangat istimewa, aku ingin kalian menjaganya dengan sangat baik. Jika sedikitpun aku melihatnya terluka, maka bersiaplah untuk masuk ke dalam peti kematian." Ancamnya kepada dua orang tersebut. Keduanya hanya bisa mengangguk, tak menyangka jika majikannya akan sangat menyeramkan seperti Jennie.

"Siapa namamu?" Tanyanya pada wanita yang lebih tua, kira-kira dia seusia Taeyeon, Ibunya.

"Jiwon, Nyonya" jawabnya.

"Bibi, tugasmu memastikan rumah selalu bersih dan memasak makanan yang baik. Jika kesulitan kau bisa mengatakannya padaku, aku akan mencarikanmu teman." Jiwon mengangguk, ia mengerti.

"Kau?" Tunjuknya pada gadis yang lebih muda, wajahnya sangat cantik. Namun belum ada apa-apanya dibandingkan dirinya sendiri, apalagi dibandingkan dengan Jisoo, istri tercintanya.

"Chaeyoung, Nyonya." Jennie mengangguk.

"Tugasmu adalah menemani dan mengurus semua kebutuhan istriku. Jadi keselamatannya saat aku tidak di sampingnya adalah tanggung jawabmu." Titahnya, Chaeyoung mengangguk sedikit takut. Jennie sungguh sangat menyeramkan.

"Jennie" suara kecil itu mengalihkan atensi ketiga orang di sana. Jisoo dengan piyama hello kitty keluar dari dalam kamar mereka berdua, rambutnya terlihat sangat berantakan. Menandakan jika gadis itu baru saja bangun tidur.

"Kemarilah sayang" Ucap Jennie lembut, membuat Jiwon dan Chaeyoung saling tatap. Wanita itu seperti orang yang berbeda, tadi saja sangat menyeramkan seperti hewan buas, dan sekarang melembut layaknya anak kucing yang sangat manis.

"Eungh" Jisoo kembali melenguh setelah masuk ke dalam pelukan Jennie, ia mendudukkan tubuh mungilnya di sana, menyembunyikan kepalanya pada ceruk leher istrinya.

"Masih mengantuk, hmm?" Ia mengelus lembut punggung Jisoo.

"Jennie tidak ada di samping Jichu." Ucapnya, membuat Jennie gemas.

"Tidurlah lagi, sayang." Ucapnya, sedikit menepuk pantat Jisoo dengan pelan.

"Hemm, ini Jisoo istriku. Kalian tidak ada hak menatapnya berbeda, dia adalah yang paling berharga di dunia ini. Mengerti?" Kedua orang itu mengangguk, sekarang Jiwon dan Chaeyoung tau apa maksud dari istimewa itu.

Namun di balik rasa heran itu, baik Chaeyoung dan Jiwon merasa sangat kagum dengan paras yang dimiliki oleh Jisoo, begitu cantik bak dewi yunani.

"Jichu sudah tidak mengantuk, Jen." Ucapnya. Ia menegakkan kepalanya menghadap pada Jennie.

"Baiklah, jika begitu berbaliklah dan liat mereka." Jisoo menoleh, menatap pada Jiwon dan Chaeyoung bergantian.

FAVORITE WEAKNESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang