11

1.2K 137 33
                                        

🦋🦋🦋

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🦋🦋🦋

Setelah mendengar kepulangan Jennie, gadis yang semula tidur di sofa itu tiba-tiba berlari dan menghambur ke pelukan Jennie. Kepalanya menjadi sangat pusing sebab bangun tidur dan langsung berlari tanpa duduk sebentar.

"Hai sayang." Sapa Jennie, mengeratkan pelukannya pada Jisoo yang saat ini telah berada di dalam pelukan koalanya.

"Jichu kangen." Lirih Jisoo, menenggelamkan wajah mungilnya pada leher Jennie.

"Jennie juga kangen Jichu, makanya ini cepat pulang." Ia usap dengan sayang punggung dan juga kepala istrinya.

Jennie membawa Jisoo ke lantai atas, di mana kamar mereka berada. Ia ingin memeluk Jisoo dengan hangat tanpa gangguan siapapun, Jennie sangat merindukan istrinya walau hanya hitungan jam tidak bertemu.

"Jichu di sini dulu ya, Jen mau ganti baju dulu." Bukannya melepas, justru pelukan pada leher Jennie semakin mengencang. Seakan gadisnya sama sekali tidak mau ditinggal.

"Tapi Jennie bau Jichu." Gadis itu menggeleng, tak mau jauh lagi dari Jennie. Ia terlampau rindu!

Jennie menghela napas pasrah, mau tak mau ia menuruti keinginan Jisoo. Ia rebahkan tubuh mereka berdua pada kasur besar, memeluk Jisoo dengan erat saat gadis itu kembali menyembunyikan wajahnya pada dada Jennie.

"Chu, hari ini nakal tidak? Menurut pada Chaeng dan Bibi Jiwon kan?" Gadis itu mengangguk, sibuk menikmati elusan lembut pada punggungnya. Padahal ia baru saja bangun tidur, tapi sudah mengantuk lagi.

Tok tok

"Nona, makan malam sudah siap." Jennie alihkan perhatiannya pada dinding saat mendengar ketukan pintu dan suara dari Bibi Jiwon. Jarum jam menunjukkan pukul 7 malam, dan itu memang waktunya mereka menikmati makan malam.

"Baik, Bi. Kami akan segera turun." Ujarnya sedikit berteriak.

Jennie mengajak istrinya untuk makan, namun Jisoo justru kembali mengeratkan pelukannya. Berat rasanya meninggalkan tempat tidur, dirinya sudah sangat mengantuk dan ia merasa tubuhnya sangat lelah, padahal ia hanya bermain seharian tak melakukan aktivitas berat sama sekali.

"Jichu tidak ingin makan, mau es krim." Lirihnya, namun Jennie tetap mendengar ucapannya.

"Sayang, ini sudah malam. Tak baik minum es krim di malam hari, Chu. Nanti Jichu sakit bagaimana?" Jennie mencoba memberi pengertian pada istrinya mungilnya itu, namun sepertinya tak digubris sama sekali.

"Hmm, ya sudah langsung tidur saja." Dia ngambek, melepaskan pelukannya dari Jennie dan membelakangi tubuh yang lebih tinggi. Justru Jennie dibuat gemas, rasanya ia ingin memakan Jisoo sekarang juga.

FAVORITE WEAKNESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang