Jennie Kim, manusia terBucin akutnya Jisoo!
‼️Jentop‼️
#1 Jisoo [22 Feb 2025]
#1 Lisoo [14 Mei 2025]
#1 GxG & ffidol [19 Mei 2025]
#1 Blackpink [23 Mei 2025]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🦋🦋🦋
Waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Waktu di mana seharusnya manusia memejamkan matanya dengan nyenyak dan bermimpi dengan indah. Namun tidak untuk Jennie, ia sibuk menenangkan Jisoo yang terus merengek sedari satu jam yang lalu.
Gadis kecil kesayangannya itu tiba-tiba terserang demam, selalu mengeluh pusing dan merasa badannya sakit semua. Jisoo tak mau diletakkan di kasur, sehingga mau tak mau membuat Jennie menggendongnya dan berjalan ke sana ke mari. Yang penting Jisoo merasa lebih nyaman.
"Sakit, Jen." Gadis itu terus saja merancau, membuat Jennie tidak tega. Bahkan suhu tubuh istrinya kini semakin meninggi, jauh lebih panas dibandingkan sebelumnya, dan Jennie bisa merasakan itu.
"Sabar ya, Sayang. Kita tunggu sedikit lebih pagi baru ke dokter, ya." Ia peluk lebih erat tubuh Jisoo yang masih berada di gendongannya. Jujur saja ia bingung harus apa, tak pernah sekali pun di dalam hidupnya merawat orang sakit. Jennie bingung.
"Jichu, mau M-mommy." Lirih Jisoo, Jennie merasakan tetesan hangat membasahi lehernya, air mata Jisoo. Membuat dirinya sendiri ingin ikut menangis, sungguh ia sangat bingung sekarang.
"Ji-chu, sangat sakit...hikss hikss."Gadis itu terisak, merasakan kepalanya yang semakin pusing bagai dihantam beban yang sangat berat, bahkan untuk membuka matanya saja ia tak mampu.
"Jichu tiduran ya, Sayang. Jennie pijit kepalanya supaya tidak sakit lagi." Jennie memijit tengkuk Jisoo perlahan.
"S-sakitt...hikksss hikkss." Gadis itu terus merancau. Dalam keadaan sehat saja ia manja, apalagi sakit seperti ini.
Jennie meletakkan tubuh Jisoo perlahan, menyelimuti sampai leher supaya istrinya tidak merasa sangat kedinginan. Ia meninggalkan Jisoo sebentar untuk memanggil Bibi Jiwon, tadinya ia tak tega mengganggu tidur wanita paruh baya itu. Namun ternyata dirinya tak mampu menenangkan Jisoo seorang diri.
"Bibii...Bibi Jiwon ku mohon." Jennie mengetuk pintu kamar Jiwon dengan sangat kasar, tak peduli jika pemiliknya akan terkaget. Ia hanya tak ingin meninggalkan Jisoo terlalu lama.
"Nyonya, apa yang terjadi?"Pintu terbuka, menampilkan Jiwon dengan mata yang sangat memerah dan rambut yang sedikit berantakan.
"Bibi ikut denganku sekarang juga, Jisoo demam tinggi dan terus merancau sakit." Ujarnya sembari berjalan dengan tergesa, tak peduli dengan Jiwon yang tampak masih linglung sehabis bangun tidur secara mendadak.
"Astaga." Lirih wanita itu, membuntuti Jennie dari belakang. Langkahnya sangat panjang, takut sesuatu serius terjadi pada Jisoo.
"Sshh...d-dingin, s-sakit."Bibir Jisoo bergemelatuk, sedikit membiru menahan hawa dingin yang menyerang tubuhnya.
"Astaga!! Maaf, Sayang. Jennie lupa mematikan ACnya." Dengan tergesa, ia mengambil remot AC yang tertempel pada dinding kamar.
"Nyonya, Bibi akan mengambilkan obat penurun panas dan air hangat sebentar di dapur. Tolong peluk Nona Jisoo supaya sedikit lebih hangat." Jennie mengangguk, dengan cepat menelusupkan tubuhnya ke dalam selimut untuk memeluk Jisoo.