10

1.2K 136 14
                                        

🦋🦋🦋

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🦋🦋🦋

"Jichu tidak boleh nakal, harus nurut pada Bibi Jiwon dan Kakak ya." Ia usap lembut pipi Jisoo, gadis itu sejak tadi cemberut dan tak tersenyum sama sekali.

Jennie sudah mulai bekerja, sebenarnya bisa saja ia melakukan perkerjaannya di rumah, namun ia merasa kasihan dengan Heechul, bagaimanapun dia adalah Ditektur yang dijadikan panutan oleh para karyawan, jika ia jarang masuk maka akan jadi apa para pekerjanya nanti.

Dengan berat hati ia meninggalkan Jisoo di rumah, namun ia merasa aman sebab Jennie percaya pada Jiwon dan Chaeyoung bisa menjaga Istrinya dengan baik. Seminggu mereka bersama, Jennie memperhatikan sikap keduanya pada Jisoo, dan itu membuat Jennie yakin dan percaya jika kedua orang itu benar-benar menyayangi Istrinya.

"Jichu tidak boleh ikut ya?" Ia cemberut, jemarinya memainkan kemeja yang Jennie kenakan.

"Nanti Jichu bosan di kantor, di sana tidak ada mainan sayang." Ia kembali memberikan pengertian pada istrinya itu, Jennie memang harus sangat sabar menghadapi sikap Jisoo yang memang masih seperti bocah 6 tahun.

"Ya sudah, Jichu di rumah saja bersama Bibi dan Kakak." Ia menghempaskan tangannya dari kemeja Jennie, pandangannya ke bawah dengan bibir yang terus mengerucut.

"Jennie akan segera pulang, bye sayang." Ia kecup dalam kedua pipi Jisoo. Sebetulnya ingin lebih, namun sejak tadi Jiwon dan Chaeyoung memperhatikan keduanya.

Jisoo berlari begitu saja setelah mendapat ciuman dari Jennie, ia yakin pasti istrinya itu ngambek. Membuat Jennie mendesah pasrah, ia akan membelikan Jisoo sesuatu saat pulang nanti.

"Aku titip Jisoo pada kalian, Bibi-Chaeng. Segera hubungi aku jika terjadi sesuatu." Keduanya mengangguk.

Jennie melangkahkan kakinya dengan berat, ini adalah kali pertama ia meninggalkan Jisoo sendiri setelah menikah. Ia pasti akan sangat merindukan istri imutnya itu, ah Jennie jadi tidak ingin pergi ke kantor.

Setelah kepergian Jennie, Jiwon segera mencari keberadaan Jisoo. Terlihat gadis itu tengkurap di sofa panjang ruang tamu, bibirnya masih cemberut menahan kesal pada Jennie karena meninggalkan dirinya sendiri, bukan sendiri sih. Maksudnya ia tidak boleh ikut, intinya seperti itu.

"Jichu." Jiwon mendudukkan dirinya pada celah sisa gadis itu berbaring. Tangannya mengelus lembut rambut Jisoo yang teramat halus, benar-benar sehat sebab gadis itu tak pernah menyentuh cat rambut atau catokan. Rambutnya indah secara alami.

"Jichu masih marah pada Jennie?" Tanyanya, ia memang sudah memakai embel-embel 'Nyonya' lagi. Jennie melarangnya, sebab wanita itu lebih tua dari dia.

"Hm, Jennie meninggalkan Jichu." Balasnya cemberut, pipinya ia tempelkan pada sofa. Membuat Chaeyoung yang duduk di bawah terkekeh gemas, ia baru menemukan gadis dengan usia di atasnya namun tetap menggemaskan seperti ini. Membuatnya sangat bahagia menjalankan pekerjaannya.

FAVORITE WEAKNESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang