Halo teman-teman akhirnya author muncul setelah sekian lama😭
Maaf sekali bikin JPB nya gantung bertahun-tahun🙏😭
Semoga suka ya untuk bab selanjutnya ini huaa :)
Terima kasih sudah slalu setia ya❤️✨
🌻🌻🌻
Satria melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh membuat Zidan ketar-ketir memegang pintu sambil membaca semua doa yang dia ketahui agar selamat sampai tujuan. Zidan sudah lupa kapan terakhir kali Satria seperti ini, tapi menurut Zidan ini keterlaluan dan diluar nalar. Satria semakin mengeratkan tangannya pada setir mobil dan semakin menginjakkan kaki nya pada pedal gas mobilnya.
Sesampainya di rumah sakit Satria langsung berlari dengan tergesa-gesa dan melupakan luka yang ada diperutnya sejak beberapa hari lalu. Satria menarik nafasnya didepan pintu ruangan Kia dirawat sebelum masuk ke dalam. Ketika pintu ruangan terbuka mata satria langsung mencari sosok perempuannya itu namun tidak ada di bangsalnya.
Semua mata yang ada didalam ruangan terkejut melihat kedatangan Satria yang cukup singkat.
"Astagfirullah hal adzim Satria, kamu ngagetin mama aja sih kenapa ga salam dulu sih"Ucap mama Satria dengan nada terkejut sambil mengelus dada nya.
"Kiaa... ddi.. mana ma?"Ucap Satria yang terlihat khawatir dengan tidak terlihat Kia di bangsalnya tersebut.
Pintu kamar mandi yang ada didalam ruangan tersebut terbuka, memunculkan sosok Nana yang membuat Satria semakin khawatir dan kalang kabut. Zidan yang melihat sosok Nana langsung bertanya-tanya dimana keberadaan sang sahabatnya tersebut.
"Ohhh... pada nyariin Kia yaaa wkwk"Ucap Nana sembari senyum-senyum jail.
"Santai aja Sat, Calon Istri lu ada di dalem kamar mandi lagi cuci muka barusan gue bantuin ganti bajunya"Ucap Nana berjalan menuju arah Satria sambil menepuk pelan bahu Satria yang terlihat sangat khawatir dan meminta penjelasan.
Semua yang berada di dalam ruangan tersebut tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala melihat wajah Satria yang sangat khawatir. Namun, Nana justru terlihat semakin iseng dan sengaja membuat Satria semakin tidak sabar untuk bertemu dengan Kia.
Pintu kamar mandi terbuka sedikit demi sedikit menampakkan sosok perempuan yang beberapa hari lalu tak sadarkan diri. Masih terlihat jelas wajah perempuan tersebut masih sedikit pucat dan agak sedikit kurus dari sebelumnya.
Mata berkaca-kaca Satria dan wajah khawatirnya semakin terlihat. Satria seolah reflek berjalan menuju perempuan tersebut dan memeluknya.
Kia yang tiba-tiba saja mendapat perlakuan tersebut terkejut dan hanya bisa diam tak berkutik sedikit pun. Satria memeluk Kia dengan sangat erat sehingga merasakan khas bau parfum yang biasa Kia gunakan sehari-hari. Tanpa mereka sadari semua pasang mata yang melihat mereka menjadi terharu dan berkaca-kaca.
"Nak, Ummi benar-benar tenang kamuntelah mendapatkan sosok lelaki yang akan sangat menjaga kamu tanpa lecet sedikitpun, Ummi merestui kalian"Dalam hati Ummi Kia dengan mata yang berkaca-kaca melihatnya.
Mama Satria tersenyum sahdu melihat anaknya yang selama ini terlihat dingin akhirnya sudah tak seperti dulu lagi dan sudah menemukan seseorang yang akan selalu memberi kehangatan untuknya. Nana dan Zidan ikut terharu melihat keduanya seperti itu.
Keduanya berhak bahagia dan tidak ada yang boleh memisahkan keduanya setelah semua yang mereka berdua lalui bersama.
"Ehmm.. Satria kita harusnya gaboleh pelukan begini dulu"Ucap Kia yang terlihat tersipu malu setelah sadar bahwa diruangan ini dirinya dan Satria tengah menjadi tontonan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh Pasti Bertemu
SpiritualKetika dua hati dipertemukan dalam kondisi bahaya. Syaskia Adyamecca Putri (syaskia, kia) "Kenapa harus aku yang kamu pilih?" Muhammmad Satria Alim Mirza (Satria) "Karena ketika saya menghadapi bahaya, saya merasa tenang didekatmu walau hanya menat...
