Tidak benar-benar berakhir.Terdengar tidak masuk akal,tapi itu nyatanya.
Kita tetap sering ketemu,tapi sudah tidak bercengkrama.
Kita tetap berkirim pesan,tapi tak lagi banyak obrolan.
Kita adalah orang sakit,yang terus saling menyakiti.
Perasaan masih sama,tapi ketakutan yang selalu menang.
Rintangannya berat,penghalangnya.Seharusnya saling menguatkan,tapi kita rapuh,Akhirnya sama-sama memilih kalah.
Yogyakarta,26 Juli 2025
KAMU SEDANG MEMBACA
Teruntuk Kamu
PoesíaHuruf demi huruf,kata demi kata,baris demi baris,hingga bait demi bait yang ku persembahkan untukmu.Untukmu yang pernah mengisi hatiku.Pernah menjadi alasanku untuk bahagia,walaupun kini kamu telah bahagia dengan yang lain,izinkan aku membuat sajak...
