Kini ku tau perubahanmu itu karena kamu telah menemukan orang baru.Bila ditanya kecewa,aku kecewa.Bila ditanya aku sakit,ya sakit.Tapi aku bisa apa cinta datang tanpa bicara,dan tak bisa di salahkan.Aku mengerti bila kamu bosan tapi seengaknya bukan mencari orang baru untuk sebuah kata meninggalkan.Di depanmu ku merasa kuat,seolah siap dengan kata pisah,namun lama-kelamaan air mataku tak tertahan,meluncur bebas tak bisa diajak kompromi.Aku ingin teriak,inginku memaki dirimu,inginku keluarkan segala keresahan serta rasa kecewaku.Tapi aku sadar aku ini siapa,bahkan hubungan kita tak ada kejelasan sebelumnya.Aku butuh penenang,tapi bukan pelukanmu lagi.Kau bukan penenangku lagi,kamu hanya sesosok orang yang mampir di hati dan dengan tega melukai.
Yogyakarta,30 April 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Teruntuk Kamu
PoesiaHuruf demi huruf,kata demi kata,baris demi baris,hingga bait demi bait yang ku persembahkan untukmu.Untukmu yang pernah mengisi hatiku.Pernah menjadi alasanku untuk bahagia,walaupun kini kamu telah bahagia dengan yang lain,izinkan aku membuat sajak...
