"Yaudah, yuk. Pak Teddy udah nunggu di bawah," kata Ibu sambil tersenyum.
Mereka berdua pun turun ke bawah.
Begitu sampai, Ibu Zahra langsung berkata, "Nih, anak Ibu udah siap."
Mayted yang sudah menunggu, menoleh ke arah mereka. Matanya langsung berhenti pada satu sosok.
Cantik banget, batinnya sambil terus memandangi Zahra.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'kurang lebih ini gambaran baju yg dipakai zahra'
"Titip Zahra ya, Nak Teddy," ucap Ibu Zahra.
"Siap, Bu," jawab Mayted dengan semangat.
"Buu, kita berangkat dulu ya. Salam buat Ayah. Assalamu'alaikum," pamit Zahra sambil bersalaman, diikuti Mayted.
"Wa'alaikumsalam, Sayang. Hati-hati ya, Nak Teddy," balas Ibu sambil melambaikan tangan.
"Dah, Bu," ucap Zahra, tersenyum manis dari dalam mobil.
.
.
Di dalam mobil
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mas, di rumah Bapak emang ada acara apa sih?" tanya Zahra, memecah keheningan.
"Oh, biasa. Persiapan kampanye besok. Ada makan-makan, karaokean, pokoknya rame deh," jawab Mayted sambil sesekali melirik ke arah Zahra.
"Wah, seru banget kayaknya!" Zahra antusias.
"Pastilah," balas Mayted dengan senyum kecil.
.
.
Sampai di rumah Bapak
Mereka turun dari mobil. Kebetulan Mas Rajif lagi ada di halaman depan.
"Hai, Zahra," sapa Mas Rajif sambil jalan mendekat.
"Halo, Mas Rajif," jawab Zahra ramah.
"Gimana kabarnya?"
"Baik, Mas. Mas sendiri sehat?"
"Alhamdulillah, sehat dong," jawab Rajif sambil tertawa.
Zahra cuma tersenyum.
"Bareng Mas Teddy ya?" tanya Rajif lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Kamu
FanfictieIni adalah kisah perjalanan saya. Kisah yang mungkin juga tentang kamu, dia ataupun mereka. Kisah yang terekam di hati saya. Sebuah karya sederhana untuk cinta yang luar biasa. Sebuah perjalanan hati.. :) -kutipan Rini bee ‼️Disclaimer‼️ 📌 ini han...
