Hingga Sasuke berumur 10 tahun, dia tidak pernah menginginkan apapun. Dia anak dengan 0 keinginan.
Sasuke selalu heran dengan orang-orang yang Begitu menginginkan sesuatu hingga mereka dapat berbuat apapun.
Bagi otak jenius Sasuke itu tidak masuk ak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Halo!
Terima kasih atas kesabarannya. Akhirnya saya bisa mengabarkan kelanjutan MOD.
Saya membajak akun Nisaa lagi untuk mengumumkan kalau versi online My Only Desire akan ada di Karyakarsa saya, Gocing, per tanggal 5 Mei 2025. Kalau ada yang nanya "Kak Nisaa di mana kak?" jawabannya : Kak Nisaa lagi sibuk IRLnya pake banget. Untuk cerita Nisaa lainnya, saya tidak tahu kelanjutannya bagaimana. Mari kita tunggu mungkin Nisaa akan kembali lagi menulis (jawabannya ada di ujung langit)
Spesifikasinya : - 480 halaman buku, 77.802 words - beberapa ilustrasi di dalam cerita, - bonus ilustrasi yang bisa didownload.
Perkiraan harganya : 160-170rb
Cerita MOD versi complete ini ada beberapa hal yang saya tambah dan kurangi dari versi wattpad. Tentu tetap sejalan dengan storyboard yang dibuat Nisaa di tahun 2018 dan tidak mengurangi aspek intisari cerita ini sendiri .
Bisa dicek Karyakarsa saya ya. di sini :
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
link : https://karyakarsa.com/gocinggg
Terima kasih! Apabila tertarik, bisa kunjungi KK di sana ya!
Oh ya, untuk tahu apa bedanya MOD versi wattpad dan versi revisi+complete, saya upload sample prolougenya di sini :
PROLOGUE
DALAM sepuluh tahun hidupnya, Sasuke tak pernah menginginkan apa pun.
Saat teman-temannya sibuk memamerkan game terbaru, sepatu bermerek, atau tas sekolah mahal, Sasuke tak pernah iri. Dunia tak pernah menggoda dirinya. Ia merasa cukup dengan buku-buku bekas dan tas lusuh warisan Itachi. Bahkan peringkat pertama di kelas tak pernah menjadi ambisinya. Ia hanya terlalu cerdas. Mendapatkan nilai sempurna bukan hasil kerja keras, melainkan kebosanan.
Saat mereka mengejeknya karena tak punya ibu, atau menyebutnya "anak supir," Sasuke hanya diam. Ia tidak peduli. Ayahnya—meski jarang di rumah—masih cukup waras untuk menyekolahkannya, memberinya makan, dan tak terlalu ikut campur dalam hidupnya. Lebih dari itu, Sasuke tak membutuhkan siapa pun.