UPDATEEE!!!
Part 1 akan menjadi BERBEDA dengan versi sebelumnya, walau masih dalam alur yang sama mirip2 kayak film remake Suzana, beranak dalam kolam cebong. Pengembangan ini dibutuhkan guna menunjang plot ke depannya.
Jadi, silahkan untuk pembaca lama silahkan menebak bagian mana yang saya ubah.
Dan untuk pembaca baru, selamat datanngggg!
Tanpa menunggu lama-lama, ucapkan selamat membaca!!!!
PART 1
Telah 4 tahun sejak kali pertama Sasuke menginjakkan kaki di rumah Namikaze. Selama itu dia telah melakukan segala cara untuk selalu kembali ke tempat ini. Tujuannya satu, dia ingin selalu bertemu dengan sang tuan rumah.
Kekaguman yang muncul pada sosok pria mapan pemilik mansion tempat ayahnya bekerja saat usianya yang ke-10 tahun telah berkembang dengan kecepatan mengerikan. Rasa kagum pada iris sejernih biru langit dan senyum sehangat matahari telah mengambil bentuk berbeda.
Awalnya, dia hanya ingin selalu melihat Naruto selalu di sampingnya dan mendapat usapan di kepala, hal-hal kecil itu selalu membuat Sasuke kecil senang luar biasa. Tapi, seiring dengan datangnya mimpi yang membuatnya gelisah di malam hari, hasrat Sasuke juga ikut menghampiri. Usapan di kepala, tidak lagi cukup untuk Sasuke.
Bukan lekuk lembut seorang gadis yang hadir dalam mimpi Sasuke, tapi dada rata berwarna madu yang ikut menghentak setiap ia menghujamkan tubuhnya. Sasuke ingat, pagi ketika ia terbangun, dia menangis. Hasrat untuk memiliki mengonsumsinya hidup-hidup. Kenyataan jika Namikaze Naruto bukan miliknya hampir membuatnya tidak bisa bernapas. Selama hidupnya, Sasuke tidak pernah meminta. Namun kini, Namikaze Naruto menjadi satu-satunya yang ia damba.
Sebab pria itu, Sasuke menjadi tamak.
Jari-jari Sasuke meraba dinding di sepanjang lorong. Dalam setiap langkahnya, ujung jari sasuke dapat menangkap tekstur halus diding. Pada satu bagian, ada satu yang berbeda. Gambaran crayon menghiasi dinding lorong ini. gambar dua orang dewasa dengan seorang anak diantara mereka. Semua wajah itu tersenyum. Jari Sasuke mengarah pada gambar sebelah kiri, gambar pria pirang dengan rambut pirang itu diusapnya dengan lembut. Pria yang menjadi objek gambar itu menolak menghapus coretan sang putri. Berkali-kali Sasuke melihat tuannya tersenyum ketika melihat coretan ini. Sasuke kembali menelusuri lorong. Dilihatnya deretan lukisan potret dari para pendahulu keluarga Namikaze yang digantung di lorong utama. Setiap wajah yang terlihat olehnya, entah mengapa memiliki aura mereka sendiri. Bagaimana pun, inilah wajah-wajah leluhur bangsawan Namikaze, para penguasa dan dalang yang menentukan kebijakan di negara ini.
Langkah Sasuke berhenti tepat di depan lukisan pemimpin keluarga Namikaze kini. Sasuke menatap lukisan itu dengan keterpukauan yang sama. Sang pelukis benar-benar dapat menggambarkan Naruto Namikaze dengan luar biasa, campuran warna kulit dan torehan di kedua pipi, hampir identik dengan aslinya. Tidak terasa jari Sasuke bergerak untuk menyentuh torehan cat yang tersapu apik. Namun, jari-jarinya berhenti hanya semili sebelum menyentuh kanvas.
Ada sebersit ragu yang terlintas di benak Sasuke. Dia tahu dengan keadaannya sekarang, dia tidak mungkin dapat mendapatkan apa yang diinginkannya. Untuk menyadari itu, Sasuke telah belajar dengan cara yang pahit.
Perhatian yang diberikan Naruto padanya membuat Sasuke kecil senang luar biasa. Dia tidak akan mempedulikan tatapan aneh sang nyonya ketika dirinya selalu muncul lebih awal untuk menyambut sang tuan. Usapan dan pujian yang ia terima membuat Sasuke belajar mati-matian. Namun, setiap piagam yang Sasuke terima akan kalah dengan coretan penuh tinta dari putri Namikaze, setiap obrolan yang mereka lakukan tidak akan berarti ketika sang tuan menutup pintu dan mencurahkan bebannya pada sang istri. dari itu Sasuke belajar, dirinya belum menjadi apa-apa bagi Naruto.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Only Desire
Fiksi PenggemarHingga Sasuke berumur 10 tahun, dia tidak pernah menginginkan apapun. Dia anak dengan 0 keinginan. Sasuke selalu heran dengan orang-orang yang Begitu menginginkan sesuatu hingga mereka dapat berbuat apapun. Bagi otak jenius Sasuke itu tidak masuk ak...
