'kinara itu siapanya om yahh ... '
pikiran zidan sedikit gelisah entah karna apa
"kok gw gelisah.. buat apa njirr udah lah zid mungkin bukan jodoh lu...."
akhirnya setelah semua itu zidan pun pulang ke rumahnya, dirumah ia disambut senang oleh kakak kakak nya namun zidan malah mengabaikan mereka.
zidan lebih memilih untuk pergi ke dapur, ambil makanan dan naik kekamar, melihat reaksi adiknya rion dan sean hanya merasa sedih namun memutuskan untuk membujuk adik nya yaitu zidan dengan ide lain alias mau minta saran ngebujuk ade ke temen😭
sedangkan zidan yang diatas hanya sedang membereskan kamarnya, setelah berberes ia merapikan bonekanya salah satu boneka yang ia beresin membuatnya ingat akan elbert
(ganteng babah ayang gwe hihi)
zidan mengambil bonekanya lalu memandangi boneka tersebut.
"haaa... ngelihat lu itu bikin gw inget ama orang mana mirip ples ada kenangan lucu nyaa hahah" zidan pun mengingat kembali seperti apa momen saat itu.
(Flashback)
"teneneng teneneng...
.
.
.
brum brummmm tin tinn ommmm!!!" panggil zidan berlari ke arah elbert yang sedang ada di sofa.
"hm... ada apa?" elebert melihat ke arah nya lalu menutup laptop yang ada didepannya
"ityuuu aku kan kemarin mintak bonekaaa... nahh mana boneka nya om??? udah 1 hari lebih lohh"
"oh sekretaris saya lupa tanya boneka apa, jadi saya gak beli dulu sampe kamu bilang boneka apa"
"hummm gimana yahh bilangnyaaa aku gambar ajah deh ya om"
karna zidan tidak membawa handphone pemberian om el ia mencoba untuk menggambar nya di kertas yang ada di situ
"aku tuh yahh mau boneka yang kayakk gini lohhh, yang mirip ama punyaku di rumah"
zidan pun menunjukkan gambarnya ke elbert saat melihat gambarnya elbert hanya terdiam lalu mengatakan
"kalau kau ingin boneka seperti itu aku tidak akan memberikan nya." ucapnya dengan ketus
mendengar itu seketika hati zidan retakkk
"ayolah ommmm ini tuh boneka ke sayangannn"
sedangkan elbert memandangnya tak senang
"huh nanti yang ada di rumah mu pun akan ku ambil."
kaget tiba tiba diancam zidan pun memohon agar tidak di ambil
"hahhhh?! jangannn donggg.... aku gak minta dehhh tapi jan ambil yang ada di rumahhh ommm...."
muka yang awalnya senang sekarang lesuh, dan saat zidan akan pergi elbert meng iyakan nya namun dengan syarat.
"baik lahh baik lah aku akan berikan satu."
zidan yang mendengar nya pun bersorakk senangggg namun saat sedang senang elbert menambah kan...
"namun ada syaratnya.. jangan sampai ada orang lain yang melihat nya karna itu memalukan.."
sedikit berpikir sejenak lalu zidan menganggukkan kepalanya "terserah om ajahhh, dah om nak ke kamar"
.
.
.
(end flashback)
zidan yang terus mengingatnya malah membuat nya tertawa, namun karna mengingat momen bersama elbert ia jadi sedikit merindukan elbert.
"humm... kira kira om el lagi apa yahh..om ell bakalan pulang kerumahatau mansion yah?...... om el bakalan rindu gak yaa ama akuu?? ckk ngomong apa sihh gw....."
KAMU SEDANG MEMBACA
PERAN
Teen FictionDALAM TAHAP REVISI bab yang sudah di revisi: ✔️ Andrea Zidan Prasmana, seorang remaja SMA yang hidupnya berubah drastis setelah membaca sebuah novel. Novel berjudul With My Star Sela itu membuatnya kesal karena tokoh antagonisnya memiliki nama yang...
