"anjirrr... makanannya banyak banget! mana kelihatannya enak lagi!" seru seorang pemuda, matanya membesar melihat hidangan.
"iyaa, gas aja gw mah!" sahut temannya penuh semangat.
mereka segera duduk, mengambil porsi besar, dan mulai menyantap. saat menyantapnya, mereka terkejut bukan main karena rasanya yang luar biasa!
"gila! gw nggak bisa berkata-kata lagi, ini enak banget sumpah!"
"iya, dan rasanya kayak... masakan nyokap gw di rumah."
"bener! Jadi kangen rumah... duh, gw mau bawa pulang ah, buat kasih ke Bunda."
"gw juga dong! ayamnya aja, buat adek gw."
"halah.. bilang aja lu mau nambah Nathan" ledek temannya.
pemuda yang dipanggil Nathan itu cuma nyengir sambil mengambil potongan ayam lagi.
___________________
sementara di lantai atas, di kamar Zidan, kegaduhan lain sedang terjadi.
"AAA, SUMPAH, IMUT BANGET, CUY! KAPAN GW DIGINIIN!"
"LUCU BANGET SIH MEREKA! IH, PAPI SETH GANTENGNYA OY OYY!"
teriakan Zidan yang histeris menggema, sampai terdengar jelas oleh orang-orang di bawah.
di lantai bawah, Nathan membatin, 'Itu Zidan bukannya sembuh malah makin gila. Ck ck ck.'
Sean, yang juga ikut mendengar, berpikir, 'apa dia sedang gila? teriakannya keras sekali.'
yang lain hanya bisa menahan diri untuk tidak mengumpat.
kembali ke Zidan. Ia sedang asyik membaca di ponselnya.
"SHIBAL! lagi seru-serunya, baterai malah habis!" umpatnya kesal.
Ia mencolokkan ponselnya ke charger, lalu pandangannya beralih ke sekeliling kamar.
"wah, kamar gw kotor banget, ya..."
"duh, males, tapi kalau nggak dibersihin bikin greget."
"udahlah, bersihin aja deh. biar nggak greget lagi"
Zidan pun memulai misi bersih-bersihnya. dia menyapu remahan keripik, membuang bungkus plastik, dan merapikan tempat tidurnya. bahkan, ia mengepel lantai sampai mengkilap.
"huft... selesai juga. nah, gini kan enak dilihatnya, adem ayemmm."
Ia mengelap keringat di dahinya. "sekarang buang sampah satu kantong penuh ini."
"buangnya ke belakang kan? iya deh kayaknya ke belakang."
Zidan meraih kantong sampah dan keluar kamar.
"tinggal ke bawah... duh, gw penasaran sama anaknya mami theo. cepet-cepet ah, biar bisa lanjut main HP."
Ia bergegas menuruni tangga dan hampir saja terpeleset.
"kamu belum tidur, Zidan?" suara berat menghentikan langkahnya.
Zidan menoleh. "huh, siapa ya?"
"kamu tidak ingat aku?"
"maaf, tapi anda siapa ya?" tanya Zidan polos.
pria itu terdiam sejenak. "hahh... jadi ucapan mereka benar... It's me... your father..."
"apaan sih? nggak usah pake Inggris. gw nggak ngerti" jawab Zidan ketus. 'idih, sok-sokan banget pake bahasa Inggris... Jijik' batinnya.
"Ini aku, Zidan. ayahmu."
"oh... maaf ya, nggak inget..." jawab Zidan. 'iya, gw inget. lo tuh ayah terbodoh yang pernah gw tau.'
hening. tidak ada satupun yang berbicara, hingga akhirnya Zidan berucap, "kalau sudah tidak ada yang anda inginkan, maka saya pergi dulu."
KAMU SEDANG MEMBACA
PERAN
General FictionDALAM TAHAP REVISI bab yang sudah di revisi: ✔️ Andrea Zidan Prasmana, seorang remaja SMA yang hidupnya berubah drastis setelah membaca sebuah novel. Novel berjudul With My Star Sela itu membuatnya kesal karena tokoh antagonisnya memiliki nama yang...
