.
.
.
"hah ... kena juga kamu..."
.
.
.
Zidan yang menunggu terus sambil melihat jam nya ia bahkan mencoba mengirim pesan kebtemannya tapi ternyata semuanya telah offline, saat ingin chat kakak nya ia malahbbaru teringat bahwa handphone nya tak memiliki nomor sang kakak.
"duhhh gimana iniii ... mana udah jam 10.47." gerutunya pusing akan hal yang sedang terjadi, Zidan mencoba melihat ke sekeliling nya.
"sekarang waktunya aku beraksi" gumam seseorang, saat Zidan sudah kebingungan suara motor datang dari arah zidan datang, motornya tepat berhenti di hadapannya.
"loh de .. kenapa mogok motornya?" tanya seseorang yang masih berada di motornya
"ehh ... bukan om motornya tiba tiba ban nya pecah" ungkap Zidan dengan suaranya yang sedikit gemetar, ia tetap mencoba untuk tidak panik ataupun takut.
"ealah mau ikut numpang saya atau saya bantu saja?" seru nya dengan tawaran yang diucapkan membuat Zidan memalingkan wajahnya sebentar, orang itu terus memperhatikan Zidan membuat Zidan tak nyaman akan kehadirannya.
"duhh .. jangan om ngerepotin nanti .. 'bangs*t udah mulai beraksi anj*ng" tolaknya
"mau saya bantuin saja ke bengkel?" dengan wajah senyum nya ia terus menatap kearah Zidan.
kecanggungan yang di rasakan oleh Zidan membuatnya berkeringat dingin
"ya sudah deh, boleh om kalo mau bantu mah, daripada nunggu .." jawaban yang di berikan membuat mereka pergi bersama.
mereka menyusuri jalan yang ada, bapak bapak yang membantunya hanya memberi arahan jalan, yang mendorong tetaplah Zidan.
'kalo tau gini mending gw nolak ajah, cape nj*rr' racau batin Zidan.
setelah mendorong motornya yang berat akhirnya Zidan sampai mereka di bengkel, tapi ternyata bengkel nya telah tutup.
"sudah tutup ternyata ya si*lan aku lupa buka bengkelnya.."
zidan menatap tak percaya akan apa yang didepan nya, usaha yang ia keluarkan ternyata sia sia.
"duh gimana ini? aduh demi apaaa nasib gue gimana anj*r mana nggak punya nomornya si Abang lagi huhuu .. oh ya Om Ell!!! emm .. om!"
"ya kenapa de?"
"eh om duluan ajahh nanti aku telepon PACAR SAYA, ehh calon sebenernya" dengan dalih yang ia bikin, bapak itu pun kebingungan dan sedikit gelagapan setelah mendengar nya.
'si*lan malah gagal tidak bisa seperti ini waktunya plan B, ya udah deh om cuma kasih ini aja minuman buat adek, pasti kamu capek kan jadi ga boleh nolak ya" tawar nya
tak punya pilihan lain Zidan mengangguk mengiyakan tawaran yang diberikan nya "hahhha .. iya Om nanti saya minum .." ucap nya
dengan pelan ia jalan kearah motornya, ia juga melihat kembali kearah zidan. "cepat diminum ya minumannya" seru nya
setelah mengatakan hal tersebut bapak tersebut telah pergi, zidan yang melihatnya telah pergi memandang kearahnya sinis bahkan memberikan jari tengah kearahnya.
"akhirnya pergi juga tuh Om Om" cemooh nya
zidan memandang kearah botol yang diberikan oleh bapak tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
PERAN
Fiksi RemajaDALAM TAHAP REVISI bab yang sudah di revisi: ✔️ Andrea Zidan Prasmana, seorang remaja SMA yang hidupnya berubah drastis setelah membaca sebuah novel. Novel berjudul With My Star Sela itu membuatnya kesal karena tokoh antagonisnya memiliki nama yang...
