tapi cubitan itu hanya sebentar lalu zidan bilang "ouhhh sukur aku bikin nya ga pake kacangg... yaudah yuk lahh tante ku suapin cupcakes spesial kuuu untuk bunda"
______________________
mereka(orang tuanya elbert) pun akhirnya duduk, bunda di samping kiri zidan kalo ayah di samping kanan elbert
saat sedang asik makann zidan berpikir 'hm...kenapa mereka keliatan baik bet ke gw yahh.. eh gak usah dipikirin dehh rezeki ini'
'eh wait baik kan? gimana kalo gw cari simpati mereka terus
.
.
.
shtt kalian gausah tau yah' lanjut batin zidan
akhirnya setelah pembicaraan yang lama pun sedikit diam
'okeh waktunya memulai acting' batin zidan
"hahaa ternyata seru banget yahh kalo punya ibu jadi terasa penuh keluarganyaa" ucap zidan tersenyum kearah mereka
setelah zidan mengucapkan itu suasana pun menjadi hening, bunda melihatnya dengan wajah kaget
bunda melihat kearahnya dengan wajah sedih sedangkan ayahnya bertanya ke elbert "apa kau tidak mencari datanya?" tanya ayah sedikit berbisik ke elbert
"tidak ku kira aku tidak perlu mencari datanya karna kita tidak dekat, tapi semakin hari kita semakin dekat dan aku lupa untuk meminta asisten ku mencarikan datanya si zidan" jawab elbert sedikit berbisik tapi masih dengan wajahnya yang jutek
(jutek jutek manjahhhh😘💅)
"cih dasar pikun..memangnya kamu sudah tua? kok bisa lupa sihh" ucap ayah menyindir nya
"loh ayah juga sudah tua bukannya tambah beriman malah ngejulitin anaknya" julid balik elbert ke ayah nya
(elbert mah gituuu ke ayah nya doang julid yang lain mukanya langsung datar🗿)
zidan yang melihat ayah dan anak ribut hanya ingin tertawa apalagi elbert dibilang pikun
sedangkan bunda yang dengar mereka ribut hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu bertanya ke zidan "memangnya... kamu gak punya keluarga sayang?"
"punya tapi cuma ayahh sama abang..itu pun ayah sibuk kerja terus abang ku tuhh nakal bangett suka marah marahh" ucap zidan dengan mukanya yang di buat² polos
bunda yang mendengar sedikit kaget "astaga pasti hidup kamu susah yah sayang"
"nggak kokk soalnya aku juga lupa ingatan jadi aku gak terlalu takut kalo ketemu sama mereka, tapi kalo ingatan ku kembali..mungkin itu menjadi menakutkan?" zidan mulai berbicara lembut dengan sedikit menundukan kepalanya
bunda yang dengar pun bingung dan bertanya tanya kenapa bisa seperti itu, bunda pun lebih mendekatkan diri ke tempat zidan
"loh kamu hilang ingatan? kenapa bisa?"
zidan yang melihat bunda mendekat ke arah nya ia kaget namun kemudian sedikit tersenyum atas keberhasilan nya karna membuat bunda penasaran
"emm aku nggak pernah di kasih tau tapi waktu itu ingatan ku tentang kejadian kenapa bisa sampe hilang ingatan itu bikin sakit hati bangett" ucapnya dengan nada penuh simpati
bunda yang mendengarkan pun terpengaruh dan sedikit bersimpati kepada nya..
"coba ceritainn sayang kalo gak mau juga gapapa jangan di paksa kalo bikin sakit hati" ucap buna dengan senyumnya yang sedikit cemas
"ehh gapapa aku bakal cerita kokkk bunn" ucap zidan dengan senyumnya yang sedikit canggung namun dalam hatinyanya ia tersenyum senang dengan bangga
zidan pun menceritakan semua kejadian dimana ia bisa ingat dan seperti apa kejadiannya, terus menceritakan wanita yang bernama sela
KAMU SEDANG MEMBACA
PERAN
Fiksi RemajaDALAM TAHAP REVISI bab yang sudah di revisi: ✔️ Andrea Zidan Prasmana, seorang remaja SMA yang hidupnya berubah drastis setelah membaca sebuah novel. Novel berjudul With My Star Sela itu membuatnya kesal karena tokoh antagonisnya memiliki nama yang...
