bab 1✔️

20K 760 28
                                        

"Zidannn!! gw punya novel baru!" teriak Sean dari kejauhan, berlari menghampiri Zidan yang sedang makan di kantin.

Zidan menoleh, matanya berbinar. "hah? beneran, Sean?!" tanyanya antusias, ke sean pria yang tadi lari ke arahnya.

"iyaa keluaran terbaru lagihh, gw juga udah baca ampe end bagus tauuu cocok buat lu hehe" jawab Sean, terkikik dengan senyum licik.

Zidan menatapnya penuh curiga. "Cocok buat gw? Maksud lo?"

"iya sangat cocok buat kamu yang kesabaran nya kek tisu yang udah di belah tapi di belah lagi" tentu kata² terakhir itu Sean membatin. Ia hanya tersenyum simpul, menyembunyikan maksud sebenarnya.

"wihhh yaudah deh nanti pinjem yahh" ucap Zidan

"iya nanti ku pinjemin kalo udah pulang yah" Sean pun melambai kan tangannya lalu pergi dari sana

"okehhhh!!" zidan yang sedang di kantin pun pergi ke kelas nya karna sebentar lagi masuk

Pulang Sekolah

Zidan berjalan menuju area parkir ketika matanya menangkap sosok Sean. Ia pun langsung mempercepat langkahnya.

"Sean!" Zidan memanggil, suaranya terdengar jelas.

Sean menoleh sambil tersenyum. "Eh, sudah sampai, nih novelnya." dia menyerahkan sebuah buku dengan sampul menarik berjudul "With My Star, Sela". "Ini buatmu."

wajah Zidan berseri-seri saat menerima novel itu. "Makasih banyak, ya. Kamu memang terbaik."

"Sama-sama," jawab Sean, mulai berbalik. "Aku pulang dulu, ya. Sampai ketemu lagi, Zidan!"

dengan hati gembira, Zidan menemukan bangku kosong di dekatnya dan duduk, segera membuka novel barunya sambil menunggu bus datang.

"iyaaa and thanks udah minjemin!!" Zidan melambaikan tangan saat Sean berjalan pergi.

dengan buku di tangan, Zidan langsung mencari bangku kosong dan mulai membaca novel itu sambil menunggu bus datang

_____________________
WITH MY STAR SELA

Novel itu mengisahkan tentang Tescani Sela Victoria, seorang siswi SMA yang tangguh dan memiliki banyak mimpi. Namun, perjalanan cintanya selalu berakhir tragis. Karena itu, Sela merasa semua orang membencinya dan terus dihantui kegelapan. Di tengah keputusasaannya, dua pria mengulurkan tangan. Sang antagonis, Allterio Zidan Benartama, dan sang pemeran utama, Gallio Ghani Alexander.
Sela akhirnya memilih Gallio. Hal ini membuat Zidan murka. Ia melakukan segala cara untuk mendapatkan Sela, mulai dari membully hingga hampir menculiknya. Zidan ternyata melakukan semua itu karena taruhan besar. Namun, setelah Gallio hampir membunuhnya, Zidan akhirnya berhenti. namun ending tragis bagi Zidan. Meskipun ia telah berubah, ajal menjemputnya. Gallio membunuhnya hanya karena Zidan tak sengaja menyenggol Sela hingga terjatuh di tangga. Setelah Zidan meninggal, Sela melanjutkan hidupnya dengan Ghani hingga mereka menikah.

END
_____________________

"what the fu*k!? maksudnya apenihhh yang di bilang cocok banget buat gw? sean anj*ng memang" ucap Zidan sambil berteriak.

Zidan mengepalkan tangannya, amarahnya memuncak. novel itu bukan cuma cerita, tapi nasib tragis yang dinamai sama persis dengannya.

"sialan, gabener nihh si Sean, ini bikin naik darah iya eh dibilangnya cocok buat gw, kek nya perlu gw pukul kepalanya biar ngga salah lagi" ia bergumam, membayangkan memukul kepala temannya itu.

"nihhh bus juga lama bettt anj" ia terus menggerutu, merasa bus yang ditunggu tak kunjung datang dan langit semakin mendung. Tepat saat ia menggerutu, sebuah bus tiba. "Nah, baru diomongin juga."

di dalam bus, Zidan terus menggerutu tentang novel itu. "sialan banget, kenapa nama gw sama kayak si antagonis, sih?" Ia menyetel lagu dan memakai headphone, dan mencoba untuk tidur.
namun ia tak tahu kalau sebentar lagi akan ada hal besar yang mengejutkan.

namun, saat bus berada di lampu merah, remnya tiba-tiba blong, suara decitan rem yang gagal memenuhi bis, teriakan orang yang kaget dan panik terdengar oleh nya, dari arah berlawanan, sebuah truk melaju kencang. Tabrakan hebat tak terhindarkan.

tubuh Zidan terpental, kepalanya membentur kaca bus dengan keras. Darah mengalir dari dahinya yang membuat dunia Zidan terbalik.

Zidan merasakan sakit yang tak tertahankan. darah hangat mengalir dari dahinya. pandangannya mulai buram, suara teriakan dari luar bus terasa semakin jauh. Kegelapan perlahan menelannya. "Sakit... gelap..." bisiknya sebelum kesadarannya hilang.

hingga semuanya sudah gelap ia hanya bisa mendengar triakan histeris dari luar bus.

perlahan suara orang orang terdengar samakin samar, hingga semuanya menjadi hening.

(catatan untuk zidan dari novel Zidan B, sedangkan dari dunia luar Zidan P)

"hai, Zidan. lo kenal gw, kan?" tanya sebuah suara dari kejauhan.

Zidan P membuka mata. di depannya berdiri seorang pemuda yang wajahnya sangat familier. ia menatap seksama wajah pria didepannya "Hah? Siapa?" bingung Zidan P.

"ck, masa lo gak tahu? gw Allterio Zidan Benartama, Zidan yang ada di novel itu," jawab pemuda itu, nadanya terdengar jengkel.

jantung Zidan P berdebar kencang. "Kenapa... kenapa gw di sini?"

Zidan B melipat tangan di dada nya. "singkatnya, lo harus gantiin gw." Matanya menatap tajam, penuh amarah yang terpendam, "gw mau lo yang balas dendam."

"lahh, kenapa harus gw?" Zidan P bingung.

"mungkin... karena kita punya nama yang hampir sama?" jawab Zidan dari novel santai, namun ada kilatan dendam di matanya.

"nggak salah lu? nama gw Andrea Zidan Prasmana, sedangkan nama lo ALLTERIO ZIDAN BENARTAMA, kan beda kocak" bantah Zidan P.

"Iya-iya. Intinya, balas dendam ke Sela, ya?" Zidan B. melihat keraguan dalam Zidan P.
"percayalah, takdir memilih lo. balas semua perlakuan mereka, gw gak bisa. gw mohon sama lo ..." lanjutnya mencoba meyakinkan Andrea Zidan P.

"kenapa lo gak balas dendam sendiri?" tanya Zidan P.

suasana hening melanda, Zidan B. yang awalnya tersenyum kini menjadi muram
"haha, gw udah males hidup dan bertemu keluarga ... pokoknya sekarang giliran lo," jawabnya sambil menunjuk sebuah cahaya. "Itu jalan lo."

Zidan P. melirik cahaya itu, lalu kembali menatap Zidan B. di depannya. "emang lo kenapa, sih? koma?"

Zidan B. tertawa getir. "iya, gw koma gara-gara bajingan itu." Ia mengepalkan tangan, amarahnya terlihat jelas. "seharusnya gw nggak pernah terima taruhan bodoh itu."

"salah sendiri kenapa lo bodoh banget nerima taruhan itu," balas Zidan P.

"lumayan, tau! kalau gw berhasil dapetin hati sela, taruhannya 20 juta. gila bangett nggak?"

"anjir, gw juga mau kalau gitu!"

Zidan akhirnya masuk ke dalam cahaya. pandangannya kembali terang, dan saat ia membuka mata, ia sudah berada di ranjang rumah sakit, rasa sakit yang menjalar di kepala.
"shh .. hah .. sendiri lagi .." bisiknya, menatap lurus ke depan.

Takdir barunya akan segera dimulai.






TBC
______________________

HALLOOO INI CERITA KE DUA AKUUU
SEMOGAAA SUKAA YAHHH

VOTE DONGG BIAR AKU SENENGGG

PERAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang