Skeptomai [-2] : Led Me To You

133 18 6
                                        

TIDAK ada gangguan, rasa yang familiar namun agak membosankan. Setidaknya sejak hari itu, keduanya pulang tanpa percakapan yang panjang. Tidak ada interaksi yang dekat karena sedari awal keduanya memang tak pernah sedekat itu. Sering sekali keduanya saling melewati bahu satu sama lain. Interaksi mengesalkan itu berhenti dalam sekejap.

Bahkan, meskipun ia mengetahui bahwa lelaki itu seharusnya menyelesaikan tugas literasinya. Dia tidak pernah melihat lelaki itu berkeliling disekitar perpustakaan untuk membaca. Tetapi Jake menyadari dia mengunjungi guru pembimbing perpustakaan beberapa kali. Keduanya benar-benar tanpa percakapan, hal itu juga membuatnya heran disertai dengan pertanyaan beruntun Airel yang merasa aneh.

Suara gesekan buku dan meja membuat pemuda itu tersentak. Matanya melihat seseorang dihadapannya, sebelum akhirnya tersenyum ramah.

"Halo, Kyungmin," sapa Jake ramah.

Kyungmin membalas dengan tersenyum, keduanya masih kedalam hening. Sementara, Jake mulai mencatat tanggal peminjaman buku. Tak sadar bahwa seseorang menghampiri Kyungmin, turut menyapa Jake.

"Halo, Jake!"

Sapaan itu disertai angkatan tangan membuat pemuda yang tadinya masih menulis memiringkan kepalanya. Rasa-rasanya dirinya belum pernah melihat wajah pemuda itu. Penasaran yang menemui diri Jake langsung diberi jawaban oleh Kyungmin.

"Oh iya, ini Youngbin. Dulu sekolah dasar kita sama," jelas Kyungmin membuat Jake mengangguk. Youngbin tersenyum mengulurkan jabatan tangan.

"Lo kenapa diam banget Jake?" tanya Kyungmin membuat pemuda yang ditanya mengalihkan fokusnya.

"Eh, ga apa-apa, gue cuma agak bingung karena satu dua hal," balas Jake yang diberikan anggukan oleh Kyungmin.

Jake menggaruk belakang kepalanya. Tangannya kembali menulis sebelum tersenyum memberikan buku pada Kyungmin. Youngbin juga memberikan bukunya kepada Jake untuk dicatat.

"Ngomong-ngomong Jake, mau makan bareng ga?"

Jake yang masih fokus cuma berdeham. Pemuda itu reflek mengangkat kepala saat sadar dan melihat senyuman Youngbin yang lebar. Kesalahan yang sangat fatal, pikir Jake. Tak bisa menolak sedikit pun, Jake cuma melihat kearah Kyungmin yang turut tersenyum. Kebiasaan berdeham untuk menjawab itu sepertinya harus dikurangi.

Keheningan sejenak itu kembali beralih pada suara buku yang diletakkan. Tangan yang meletakkan buku itu, membuka jalan memisahkan Kyungmin dan Youngbin. Peminjam yang baru datang tidak tersenyum, namun melirik keduanya bergantian.

"Pendek, gue mau bukunya dipanjangin untuk dua minggu bisa? Btw, ayo makan."

Mendengar itu, kedua manusia lain yang bersama Jake melirik eksistensi baru yang mengajak makan. Jake cuma tersenyum semakin canggung. Dirinya merasa agak kesal terhadap lelaki itu. Setelah hampir beberapa minggu tak berinteraksi, kemunculannya membuat Jake tidak habis pikir.

"Haha, sekalian aja gimana? Tapi setelah sekolah aja ya, istirahat kedua gue juga jaga," ucap Jake menyelesaikan suasana yang ada dan memberi senyuman.

Jake melihat Kyungmin dan Youngbin yang mengangguk mengiyakan. Sementara, manusia yang diantara keduanya terlihat tidak suka. Jake yang melihat itu memainkan mata seperti mengancam. Lelaki itu berdecak pelan, mengangguk pelan kemudian mengambil buku yang telah diperpanjang Jake lantas berlalu dengan cepat.

"Yaudah kita duluan ya, Jake!" ucap Kyungmin. Youngbin memberikan semangat kecil dan memilih berlalu bersama.

Jake kemudian menggaruk kepala, terlihat bingung akan yang sedang terjadi.

Jake kemudian menggaruk kepala, terlihat bingung akan yang sedang terjadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SKEPTICAL : That's How I Know YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang