[END] [Spin-off Sungjake Help&Weakness] [Original Fanfiction]
Jake mencoba menahan emosionalnya karena dia skeptis akan berbagai hal namun Sunghoon terkadang aneh dan membuatnya marah.
Sunghoon itu wujud manusia pada umumnya sehingga baginya Jake me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
PAGI ini terasa berat, Jake menenggelamkan wajahnya kedalam bantal. Terhenyak sebentar sebelum akhirnya bergerak menendang udara dengan liar. Pemuda itu benar-benar bingung, bagaimana dia akan menghadapi hal itu. Bukan Jake tidak mengrti ucapan Sunghoon, tapi dia bahkan tidak mengetahui apa yang ia rasakan. Pemuda itu takut, dia akan menagih jawaban.
Namun mau tidak mau, suara alarm semakin kencang memenuhi ruangan. Jake mendelik bergeser hendak mematikan alarm. Ketika tangannya bergerak kembali, alarm tak sadar turut bergeser hingga terjatuh. Jake terkejut, serpihan kaca tersebar.
"Aaaaa!" kesal Jake menarik rambutnya. Rasanya hari ini tidak akan ada yang berjalan baik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jake!"
Pemuda yang sedang membaca bukunya dengan tenang berbalik, dirinya menanti panggilan yang dilakukan oleh Airel. Gadis itu terlihat terburu-buru dengan wajah yang panik. Ketika sampai, Jake segera mengarahkan gadis itu untuk duduk disebelahnya terlebih dahulu dan menarik nafas. Airel menggeleng dengan kuat, dirinya mencoba melepaskan genggaman Jake yang menyuruhnya untuk duduk.
"Ga, Jake. Kamu jangan tenangin aku dulu," jelas Airel, "-kamu yang harusnya terkejut."
Jake mengernyit, bertanya, "maksud kamu apa?"
"Youngbin, Jake, kata guru Youngbin kritis di rumah sakit," ucap Airel dengan tergesa.
Jake yang mendengar itu membulatkan matanya. Pemuda itu menarik tangan Airel berdiri ingin memastikan ucapan itu ke kantor guru. Namun, saat keduanya berbalik, Sunghoon dan Kai sudah berdiri dengan keringat mengucur di dahinya menatap Jake dengan nafas yang tersenggal.
Sunghoon berjalan mendekati pemuda itu, berbisik pelan, "ayo!"
Sunghoon menarik tangan Jake pergi. Sedangkan dua yang lain turut mengikuti pergerakan keduanya. Saat ini keempatnya mengarah ke atap gedung sekolah, menjadikan kondisi semakin melelahkan dan sepi. Seakan-akan keterdiaman sepanjang jalan bahkan tidak berarti. Bahkan kecanggungan semalam yang terjadi seakan hilang membaur pergi.