8

2.1K 145 2
                                        

Zeroun Fidelyo Afkar POV

Sheen lama sekali, jam sudah menunjukkan pukul enam lebih limabelas menit. Tidak seperti biasanya seperti ini, malah biasanya Sheen yang berada di depan rumahku duluan.

Membuat kesal telah lama menunggu. Akhirnya aku memutuskan untuk menghampiri rumahnya.

"Syeefa ada Tan?" raut muka wanita paruh baya itu berubah menjadi bingung.
"Tadi pagi-pagi sekali sudah berangkat Af." Aku kaget, namun dengan segera ku normalkan ekspresiku. "Kalian... bertengkar?"

"Oh, tidak. Maaf Tan, Afkar lupa. Kemarin Sheen bilang kalau dia ada kerja bakti di kelasnya. Jadi harus berangkat lebih pagi." Sungguh, itu kebohongan.

"Oh...."

"Yasudah, terimakasih Tan." Tanpa lupa untuk salam.

***

Setelah memarkirkan motor di parkiran putra, segera saja aku menuju kelas Sheen. Namun tak ada seorang pun di sana. Dimana dia? Batinku.

Kakiku terus membawaku yang entah kemana tujuannya. Sampai aku berdiri di pinggir taman. Di sana, gadis dengan rambut dikuncir kuda sedang duduk. Matanya nanar, tatapannya kosong.

Lagi-lagi kakiku membawa untuk mendekat. Sampai aku duduk di sampingnya.

"Sendirian heh?" Namun tak ada jawaban.

Sampai akhirnya, "Hm?"

"Bengong sendirian?" Sheen hanya menanggapi dengan bahu terangkat. Kemudian berlalu meninggalkan taman belakang. "Sheen, kita harus bicara!" Cegahku menangkap pergelangan tangannya.

"Apa lagi sih Kar? Toh ya aku gak peduli sama urusanmu. Kita cuman sebatas sahabat. Gak lebih. Aku gak peduli lagi." Nadanya tenang, dingin.

"Kok gitu?! Semenjak kapan kamu jadi gini?"

"Jadi gini gimana sih? Aku gak berubah kok!" Oke, dia ngambek dan aku emosi. Bisa-bisa kacau suasananya.

"Egois!"

"Ya kamu Af! Kamu ninggalin aku pulang dan bareng sama sahabatku toh ya aku diem aja! Kamu tiba-tiba gak nepatin janji dan ternyata malah jalan sama dia aku diem! Sekarang, siapa yang lebih egois? Menurutmu? Aku? Oke, aku terima. Makasih semuanya."

Deg. Dia bener, aku egois. Selama ini aku gak merhatiin dia lagi. Dan, Sheen tadi bicara dalam satu tarikan napas. Sekarang dadanya naik-turun tersengal-sengal.

"Udah kan? Gue pergi!" Dengar, dia pake gue.

"Tunggu!"

"Sakit bego! Lepas! Toh ya kamu ninggalin aku gak sekali-dua kali! Berkali-kali, dan dengan bodohnya gue tetep nungguin kamu panas-panasan. Gila ya gue." Matanya sayu, namun dia tertawa. Tawanya terdengar sumbang. Dan akhirnya aku lepasin tanganku dari pergelangannya

"Ma-maaf."

Satu hal dari Sheen. Kalau marah dia pake kata gue, tapi tetep manggil aku dengan 'kamu'.

"Udahlah, capek. Mau ke kelas. Masih pagi nih, jangan cari ribut! Ganggu orang."

Mungkin, dia lagi pingin sendiri.

Adeeva Afsheen Myesha POV

Apaan sih Afkar cari ribut. Ganggu suasana hati orang, pake nyolot lagi. Ugh... untung masih bisa ngendaliin emosi. Mau aku lempar pake sepatu tuh anak.

Seharusnya dia sadar dong kalo dia yang egois. Malah lebih egois.

Flashback On

"Pulang bareng aku ya Sheen, harus!"

"Bukannya entar pulang sama Atha? Biasanya kan sama Atha."

"Nggak ada janji kok. Gak mau tau, aku tunggu di gerbang nanti." Dan akhirnya aku pasrah nurutin kata Afkar.

Waktu demi waktu terlewati, bel pulang berdering. Sesuai kata Afkar, aku pulang bareng dia. Karena aku nyatet belum selesai jadi ya kulanjutin bentar. Toh ya bukannya tadi Afkar bilang dia nunggu di gerbang?

Aku berdiri di gerbang nungguin Afkar, sudah lima belas menit nungguin dan hasilnya nihil.

"Eh Yo, Afkar masih di kelas?" Kebetulan Dio lewar, temen sekelas Afkar jadinya aku tanya ke Dio.

"Loh, Afkar udah pulang duluan sama Atha tadi. Kamu gak tau Dee?"

"Oh, udah pulang ternyata. Yaudah, makasih Yo."

"Eh-eh, pulang bareng aku aja. Searah kok, mau ke rumahnya Azah."

"Gak ngerepotin nih?"

"Elah, udah ayo buruan."

Nah, berakhirlah aku pulang sama Dio. Azah -- pacar Dio. Ngeselin kan Afkar, tau-tau dia pulang duluan, aku langsung pulang. Dasar egois!

---

Hai... masih ada yang baca? Dua bulan semua cerita aku tinggalin, gak ada ide sama sekali.
Terpenting, makasih buat kalian yang baca cerita ini. Makasih buat yang udah vote dan komen. Kalian terhebat! ♥♥♥♥

Btw, baca juga ceritaku yang lain wkwk... Beautiful Lie baru ending loh tadi pagi Wkwkwk. Thanks semuanya.

Kamis, 15 Oktober 2015 (12:49)
Khafidtazshafa

Friendzone?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang